KALIMANTAN TENGAHLENTERAKALIMANTAN.NET-

Memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan status kesiapsiagaan guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah ini ditegaskan melalui Apel Siaga Karhutla yang dipimpin langsung oleh Dina Maulidah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, hingga perangkat desa setempat.

Apel siaga tersebut digelar sebagai konsolidasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan personel, armada pemadam, jalur komunikasi, serta pemetaan titik-titik rawan api di wilayah Kalimantan Tengah. Langkah reaktif dinilai tidak lagi cukup untuk menekan potensi bencana asap yang saban tahun mengintai kawasan ini.

Dina Maulidah menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan integrasi penuh agar respons di lapangan berjalan cepat dan terukur.

“Penanganan tidak bisa parsial. Saat api muncul, respons harus cepat dan terukur. Karena itu data harus satu, komando harus tunggal, dan masyarakat harus jadi mitra utama kita,” tegas Dina Maulidah dalam arahannya.

Dalam apel konsolidasi tersebut, terdapat tiga fondasi strategi utama yang diinstruksikan kepada seluruh unsur pelaksana:

  • Integrasi Data dan Komando Tunggal: Seluruh lembaga dan instansi teknis diwajibkan mengacu pada satu peta rawan serta laporan titik panas (hotspot) yang terintegrasi guna mencegah tumpang tindih koordinasi di lapangan.

  • Penguatan Peran Desa: Pemerintah desa dan masyarakat ditempatkan sebagai garda terdepan melalui patroli rutin, deteksi dini, edukasi larangan membakar lahan, dan pelaporan cepat.

  • Kesiapan Logistik dan Sarana: Kepastian kesiapan posko siaga, armada pemadaman, hingga ketercukupan pasokan air di titik-titik rawan sebelum api muncul.

Selain penguatan internal aparat, upaya pencegahan masif juga digencarkan ke tingkat tapak, termasuk edukasi pembukaan lahan tanpa bakar serta pembuatan sekat bakar di wilayah perbatasan pemukiman dan hutan.

Dina menambahkan, dampak Karhutla melampaui persoalan kerusakan lingkungan karena langsung mengancam kesehatan masyarakat, melumpuhkan aktivitas ekonomi, hingga memukul reputasi daerah di tingkat nasional.

“Mari kita jadikan apel ini sebagai penanda komitmen bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa menjaga Kalimantan Tengah tetap hijau, produktif, dan bebas dari bencana asap,” pungkasnya.

(Muslim)

Bagikan: