BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten memperkuat pembangunan konektivitas melalui penandatanganan Adendum Nota Kesepakatan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut.

Penandatanganan dilakukan Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Bupati Kotabaru, Bupati Tanah Bumbu, dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar di Kediaman Gubernur Kalsel, Jalan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin, Senin (31/8/2026).

Adendum tersebut mencakup tiga proyek utama, yakni pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut, Koridor Lintas Tengah Pulau Laut, serta perbaikan alinyemen Koridor Banjarbaru–Mantewe.

Gubernur Kalsel H. Muhidin mengatakan ketiga proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kalsel.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Pulau Laut harus diikuti kesiapan jaringan jalan menuju kawasan ekonomi dan pelabuhan. Hal itu diperlukan agar infrastruktur yang dibangun dapat mendukung distribusi barang secara optimal.

“Percuma kita membuat jalan kalau jalannya tidak bisa dilewati peti kemas,” ujar Muhidin.

Pemprov Kalsel juga menyiapkan dukungan anggaran melalui skema kolaborasi bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten. Penerangan di sepanjang jalur utama turut menjadi perhatian untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kalau ini kerja sama kita kolaborasi, insya Allah jalan itu sudah terang,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar mengatakan pemerintah terus memperkuat konektivitas kawasan melalui tiga proyek tersebut.

Untuk Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut, dukungan Ditjen Bina Marga mencakup bentang utama dan sebagian bentang pendekat dengan nilai kontrak sekitar Rp2,9 triliun. Progres konstruksi saat ini mencapai 68,2 persen dan ditargetkan selesai serta mulai beroperasi pada akhir 2028.

“Target kita di akhir tahun 2028 jembatan ini sudah operasional,” ujar Roy.

Konektivitas tersebut akan diperkuat pembangunan Koridor Lintas Tengah Pulau Laut sepanjang 75 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 triliun. Jalur tersebut dirancang menghubungkan kawasan jembatan, pelabuhan, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih.

Sementara itu, perbaikan alinyemen Koridor Banjarbaru–Mantewe juga terus berjalan. Dua paket pekerjaan, yakni segmen KM 12 senilai Rp152,6 miliar dan Gunung Batu Tua senilai Rp199,1 miliar, telah mencapai progres lebih dari 58 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) terkait dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah, Wakil Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Noviar, jajaran TNI, para bupati dan wali kota se-Kalsel, tenaga ahli gubernur, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Kalsel, kepala balai dan unit pelaksana teknis Kementerian PU di Kalsel, serta pimpinan BUMN dan BUMD(mckalsel/lnk).