BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET

Pengurus Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Selatan masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (24/7/2026). Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Afrizaldi diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet dan membawa olahraga Sambo Banua semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persambi, Krisna Bayu Oly, kepada Ketua Umum Persambi Kalimantan Selatan, Afrizaldi, beserta jajaran pengurus yang akan menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan.

Prosesi pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, jajaran KONI Kalimantan Selatan, serta perwakilan berbagai cabang olahraga beladiri.

Ketua Umum PP Persambi, Krisna Bayu Oly, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kalimantan Selatan dalam perkembangan olahraga Sambo di Indonesia. Menurutnya, Banua memiliki sejarah panjang dalam perjuangan pengakuan Sambo sebagai cabang olahraga yang kini terus berkembang di tingkat nasional.

“Kalimantan Selatan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Sambo Indonesia. Saya yakin ke depan akan lahir atlet-atlet hebat dari Banua yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia juga optimistis cabang olahraga Sambo akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Apabila hal tersebut terwujud, Kalimantan Selatan diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penyumbang medali emas melalui cabang olahraga tersebut.

Selain peningkatan prestasi, Krisna Bayu menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta menyelesaikan setiap persoalan secara kekeluargaan sesuai nilai-nilai olahraga.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini dengan dukungan pelatih berkualitas, wasit, kompetisi yang rutin, serta pemanfaatan sport science dalam pembinaan prestasi.

“Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan dan berbasis potensi daerah. Semua cabang olahraga harus bersinergi menyusun program menghadapi berbagai event ke depan agar prestasi olahraga Kalimantan Selatan terus meningkat,” katanya.

Hasnuryadi yang juga menjabat Ketua KONI Kalimantan Selatan menambahkan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan insan olahraga menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di daerah.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Persambi Kalimantan Selatan, Afrizaldi, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah dalam mengembangkan olahraga Sambo di Banua. Fokus utama kepengurusan yang baru adalah menjaring dan membina bibit-bibit atlet potensial agar mampu berprestasi di berbagai kejuaraan.

“Tugas kami adalah menjadikan Sambo sebagai olahraga yang semakin dikenal dan digemari masyarakat Kalimantan Selatan, sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Banua di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Afrizaldi juga menyambut positif peluang Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah kejuaraan Sambo berskala internasional. Menurutnya, apabila seluruh persiapan dan dukungan daerah telah memadai, Persambi Kalsel siap membahas peluang tersebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat perkembangan Sambo di Kalimantan Selatan.

Melalui kepengurusan baru ini, Persambi Kalimantan Selatan diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet Sambo yang kompetitif sekaligus memperluas popularitas cabang olahraga tersebut di masyarakat, sehingga dapat menjadi salah satu penyumbang prestasi olahraga Banua di masa mendatang(mckalsel/lnk).

Bagikan: