BANJARBARU, LENTERAKALIMANTAN.NET —

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) meresmikan 22 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di pelbagai wilayah Kalimantan Selatan, Kamis (13/8/2026). Peresmian secara simbolis dipusatkan di Kelurahan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, dan terhubung secara virtual melalui Zoom meeting bersama Presiden Republik Indonesia, Kapolri, serta Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Infrastruktur ini hadir sebagai solusi konkret atas keterisolasian dan bahaya keselamatan yang mengintai mobilitas warga selama bertahun-tahun akibat kondisi jembatan lama yang memprihatinkan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid menyampaikan penegasan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, bahwa pembangunan jembatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas minimnya akses penyeberangan aman bagi masyarakat di kawasan pedalaman.

“Sebelum dibangun, akses penyeberangan warga di lokasi tersebut hanya mengandalkan susunan kayu seadanya, yang kerap membahayakan keselamatan warga hingga menyebabkan beberapa di antaranya terjatuh,” ujar Nur Khamid saat memberikan keterangan naskah resmi, Kamis (13/8/2026).

Pembangunan 22 jembatan ini merupakan tahap awal dari total program 61 Jembatan Merah Putih Presisi di Kalimantan Selatan. Saat ini, 22 unit telah rampung 100 persen, 5 unit dalam pengerjaan, dan 34 unit sisanya memasuki tahap pengadaan.

Selain di Banjarbaru, sebaran pembangunan mencakup sejumlah kabupaten strategis seperti Tanah Laut (Tambanio), Balangan, hingga Tabalong. Kelancaran pengerjaan fisik merupakan buah dari sinergi lintas instansi antara Polda Kalsel, Pemerintah Provinsi Kalsel, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta dukungan kajian teknis dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Polda Kalsel turut menyampaikan apresiasi khusus kepada Walikota Banjarbaru dan Ketua DPRD Kota Banjarbaru atas koordinasi intensif yang memungkinkan arahan pimpinan pusat terealisasi tepat sasaran.

Hadirnya infrastruktur ini disambut hangat oleh Pemerintah Kota Banjarbaru. Walikota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menilai proyek kolaboratif ini sebagai bukti nyata keberpihakan negara terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

“Jembatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan sinergi antarinstansi demi kesejahteraan masyarakat. Saya mengimbau warga agar bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang,” kata Erna Lisa Halaby.

Dampak langsung pembangunan ini dirasakan nyata oleh ribuan jiwa di Kelurahan Guntung Manggis. Ketua RW 03 Guntung Manggis, Jarni, mengungkapkan bahwa kehadiran jembatan beton permanen tersebut menyuntikkan optimisme baru bagi mobilitas harian warga yang membawahi delapan RT (RT 18 hingga RT 24, dan RT 46).

“Alhamdulillah, kami warga di lingkungan RW 03 khususnya, dan Kelurahan Guntung Manggis umumnya, menerima bantuan Jembatan Merah Putih Presisi. Jembatan ini sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil kebun hingga akses anak-anak berangkat sekolah,” kata Jarni.

Jarni menjelaskan, di wilayahnya kini berdiri dua unit jembatan kokoh berukuran masing-masing 4×8 meter yang terletak di RT 19 dan RT 36—menggantikan titian kayu lama yang sebelumnya selalu memicu rasa cemas saat dilintasi.

Prosesi penyerahan dan peninjauan langsung fisik jembatan di Guntung Manggis tersebut dihadiri jajaran petinggi daerah. Tampak hadir Kapolda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, serta unsur Forkopimda Kota Banjarbaru.

Turut mendampingi di lokasi peresmian yakni Dandim 1006/Martapura, Danyonif 623/BWU, Camat Landasan Ulin, Lurah Guntung Manggis, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan pemuda setempat.