​JAKARTA LENTERAKALIMANTAN.NET

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan menggembleng sistem kewaspadaan dini daerah melalui kegiatan Penajaman Kewaspadaan Media dan Optimalisasi Penggunaan Pusat Komunikasi dan Informasi (PUSKOMIN). Agenda strategis ini digelar di Situation Room Lantai 4 Ditjen Kewaspadaan Nasional Kemendagri RI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

​Langkah penguatan ini difokuskan untuk mengasah kemampuan deteksi dini aparatur Kesbangpol provinsi dan kabupaten/kota dalam mengantisipasi potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG), terutama menghadapi maraknya disinformasi media sosial serta dinamika isu strategis daerah.

​Kepala Bakesbangpol Kalsel, Ferdi Yospi Libia Erwinda, menegaskan pentingnya ketersediaan sistem informasi terpadu guna menghasilkan pelaporan intelijen yang presisi sebagai pijakan pengambilan kebijakan pimpinan.

​“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh aparatur Kesbangpol, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat memahami dan menerapkan sistem informasi PUSKOMIN secara optimal. Kemampuan dalam menyusun produk intelijen dan laporan yang akurat juga perlu terus ditingkatkan sebagai bahan pendukung pengambilan keputusan dan kebijakan pimpinan,” tegas Ferdi Yospi Libia Erwinda, Kamis (5/11/2026).

​Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri, Dr. Aang Witarsa Rofik, M.Si., menekankan penguatan keterlibatan Tim Kewaspadaan Dini Pemda dan FKDM dalam memetakan kerawanan—seperti konflik sosial, unjuk rasa, dinamika inflasi, hingga mitigasi bencana alam.

​Selama pelatihan, peserta dibekali teknik penyusunan Laporan Situasi Daerah (Lapsitda) serta praktik pengoperasian PUSKOMIN oleh tim teknis Ditjen Wasnas. Forum ini turut membahas isu krusial Banua meliputi antrean BBM, gangguan listrik, karhutla, hingga keamanan siber. Sebagai tindak lanjut, Bakesbangpol Kalsel akan menyusun Surat Keputusan (SK) pelaksanaan kewaspadaan media guna mengikat koordinasi lintas SKPD dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel(mckalsel/lnk).