PURUK CAHU LENTERAKALIMANTAN.NET

Sebuah kalimat canda yang dilontarkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yakni “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kawin Lagi”, menuai sorotan dan viral di berbagai media sosial. Kendati sempat memicu perdebatan, warga masyarakat Kabupaten Murung Raya memandang candaan tersebut sebagai hal yang lumrah untuk mencairkan suasana.

“Justru percandaan tersebut menunjukkan kedekatan dan keharmonisan hubungan seorang pemimpin dengan rakyatnya,” ujar Muslim dari Akar Rumput.

Pemimpin Tanpa Sekat: Masyarakat menilai sosok H. Agustiar Sabran sebagai pemimpin yang merakyat, nasionalis, mudah tersenyum, dan dapat berinteraksi tanpa jarak dengan warganya.

Mencairkan Suasana: Candaan di tengah ketegangan dipandang sebagai bahasa hati seorang pemimpin untuk membuat rakyat tersenyum, merasa dekat, serta mempererat kerukunan.

Esensi Kebersamaan: Di balik candaan tersebut, pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, keharmonisan, dan semangat untuk terus maju bersama.

Bagi warga Murung Raya, pemimpin yang ideal tidak harus selalu kaku dan berjarak, melainkan sosok yang mampu membuat rakyatnya merasa terlindungi, diperjuangkan, sekaligus bisa tertawa bersama dalam kehangatan kebersamaan(mckalsel/lnk).