MURUNG RAYA LENTERAKALIMANTAN.NET Bumi Tana Malai Tolung Lingu di Kabupaten Murung Raya kembali menggemakan pesan perdamaian dan persaudaraan yang didukung penuh oleh jajaran TNI-Polri. Di bawah lambang kebesaran daerah Tira Tangka Balang, kerukunan antarumat dan berbagai suku yang hidup berdampingan—seperti Dayak, Banjar, Jawa, Madura, Bugis, hingga Batak—ditegaskan terjalin harmonis tanpa sekat.

Personel TNI AD, Serli, menegaskan bahwa tugas pengamanan tidak sekadar menjaga wilayah, melainkan merawat persaudaraan dan melindungi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang asal-usul.

“Bagi kami, menjaga Kalimantan bukan hanya menjaga wilayah, tetapi menjaga persaudaraan. Kami tidak melihat dari mana seseorang berasal. Yang kami lihat adalah, dia adalah saudara kami. Jika ada saudara yang susah, kami wajib membantu,” ujar Serli.

Bumi yang Merangkul Semua: Tana Malai Tolung Lingu terbuka bagi siapa saja yang datang dengan niat baik, hidup rukun, serta saling menjaga dalam suasana kekeluargaan.

Makna Perantauan: Para perantau diingatkan agar senantiasa mencari rezeki secara halal melalui kerja keras dan kejujuran, serta menjunjung tinggi prinsip bahwa “merantau adalah untuk mencari rezeki, bukan mencari keributan”.

Pesan Kehormatan Lokal: Masyarakat dan pendatang diimbau untuk selalu menghormati penduduk asli, menghargai adat istiadat setempat, menjaga sopan santun, serta berdagang secara jujur dan amanah.

Kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat dipastikan selalu siap mengayomi dan melindungi seluruh warga tanpa terkecuali, dengan mengusung prinsip hidup damai: Datang dengan baik, tinggal dengan damai, dan pulang meninggalkan kenangan baik(mckalsel/lnk).