MARABAHAN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Di bawah terik matahari dan aroma asap yang menyengat hidung, ratusan jemaah khusyuk mengikuti ibadah salat Istisqa di halaman Mapolres Barito Kuala (Batola), Rabu (18/8/2026) pagi. Langkah spiritual ini diambil sebagai ikhtiar bersama memohon hujan di tengah ancaman kekeringan dan kemunculan titik panas (hotspot) yang memicu kabut asap di wilayah tersebut.
Ibadah yang dimulai sejak pagi dan berakhir pukul 08.45 WITA ini dipimpin oleh Ustaz Fakhrudin, S.Ag. selaku imam dan khatib. Dalam khutbahnya, Ustaz Fakhrudin menekankan pentingnya introspeksi diri dan pertobatan massal. Kemarau panjang, menurutnya, kerap menjadi teguran atas kelalaian manusia.
“Penting bagi kita untuk mengoreksi diri, mengingat dosa yang mungkin diperbuat namun lupa atau lalai untuk diampuni. Momen ini adalah sarana beristigfar dan berjanji memperbaiki diri,” ujar Ustaz Fakhrudin di hadapan jemaah.
Kapolres Batola, AKBP Susilawati, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Batola, Iptu Budi, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Istisqa ini merujuk pada petunjuk Kapolda Kalimantan Selatan untuk serentak dilaksanakan di seluruh polda dan 13 polres jajaran.
“Cuaca saat ini terasa jauh lebih kering dan udara pengap. Petunjuk Bapak Kapolda, seluruh jajaran Polres di 13 kabupaten/kota melaksanakan salat Istisqa untuk memohon rahmat hujan dari Allah SWT,” kata Iptu Budi.
Ia menambahkan, ancaman kabut asap mulai membayangi Batola setelah sempat mereda pada periode 2024–2025 akibat fenomena kemarau basah. Dampak buruknya pun nyata, merujuk data Dinas Kesehatan dan rumah sakit setempat yang mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat polusi udara dan debu.
Ibadah ini turut dihadiri jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya Kajari Batola Dr. Andrianto Budi Santoso, Dandim 1005/Batola Letkol Inf Anton Mahriadi, Wakapolres Kompol Zaenuri, Sekretaris PCNU Batola Andin Munandar, serta jenderal ASN dan personil Polres Batola.
Melalui ikhtiar spiritual ini, jemaah berharap bencana krisis air bersih, risiko gagal panen, hingga ancaman penyakit respirasi dapat segera teratasi seiring turunnya hujan.

