Scroll Untuk Lanjut Membaca

Banjarmasin, LENTERAKALIMANTAN.NET- Jurusan Pendidikan IPS Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Literasi Kecerdasan Buatan melalui Gamifikasi ZEP Quiz dalam Pembelajaran IPS Berbasis Isu Lahan Basah” yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Kegiatan pengabdian tersebut menyasar para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Banjarmasin. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), sekaligus mengembangkan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang relevan dengan karakteristik pembelajaran IPS di Kalimantan Selatan.

Perkembangan kecerdasan buatan yang semakin pesat menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Guru tidak hanya dituntut mampu memahami perkembangan teknologi, tetapi juga perlu memiliki literasi yang memadai agar AI dapat dimanfaatkan secara tepat, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran.

Dalam konteks pembelajaran IPS di Kalimantan Selatan, isu lahan basah menjadi salah satu sumber belajar yang memiliki nilai kontekstual tinggi. Lingkungan rawa, gambut, sungai, dan wilayah pesisir yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan dapat dikembangkan sebagai materi pembelajaran untuk membantu siswa memahami berbagai persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian Jurusan Pendidikan IPS ULM memadukan literasi AI, gamifikasi, dan isu lahan basah dalam satu kegiatan pembelajaran. Salah satu media yang diperkenalkan kepada guru adalah ZEP Quiz, sebuah platform pembelajaran berbasis ruang virtual yang memungkinkan peserta didik mengikuti aktivitas kuis secara interaktif dan menyenangkan.

Melalui pendekatan gamifikasi, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penyampaian materi, tetapi juga pada peningkatan keterlibatan siswa. Guru dapat merancang pertanyaan, tantangan, maupun aktivitas pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami materi IPS melalui situasi yang dekat dengan lingkungan mereka.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai konsep dasar kecerdasan buatan dan pemanfaatannya dalam dunia pendidikan. Para guru juga mendapatkan materi mengenai potensi isu lahan basah sebagai sumber belajar IPS yang kontekstual.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada penggunaan ZEP Quiz serta berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk membuat aktivitas pembelajaran berbasis permainan. Tidak berhenti pada penyampaian teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung. Guru didampingi untuk merancang skenario pembelajaran IPS dengan mengangkat berbagai isu lahan basah, seperti degradasi lahan gambut, konservasi rawa, pengelolaan lingkungan, serta mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.

Dalam sesi praktik, teknologi AI generatif juga diperkenalkan sebagai salah satu alat bantu bagi guru dalam mengembangkan ide pembelajaran, menyusun pertanyaan, dan merancang skenario permainan edukatif. Pemanfaatan AI tersebut tetap diarahkan sebagai alat pendukung kreativitas guru, bukan sebagai pengganti peran guru dalam merancang dan mengendalikan proses pembelajaran.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika guru mencoba secara langsung membuat kuis dan aktivitas pembelajaran melalui ZEP Quiz. Para peserta memperoleh pengalaman baru dalam mengombinasikan teknologi digital dengan materi IPS yang bersumber dari persoalan lingkungan di sekitar peserta didik.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap pengembangan pembelajaran IPS di sekolah. Guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kecerdasan buatan dan gamifikasi, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan dan diterapkan sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas.

Melalui pengabdian ini, Jurusan Pendidikan IPS ULM juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan MGMP IPS Kota Banjarmasin dalam meningkatkan profesionalisme guru. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru diharapkan dapat terus berlanjut melalui kegiatan pendampingan, pengembangan media pembelajaran, serta inovasi pembelajaran IPS berbasis teknologi dan lingkungan lokal.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Jurusan Pendidikan IPS ULM dalam mendukung transformasi digital pendidikan sekaligus memperkuat pembelajaran yang kontekstual. Integrasi kecerdasan buatan, gamifikasi, dan isu lahan basah diharapkan mampu melahirkan pembelajaran IPS yang lebih menarik, relevan, dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan.