PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Murung Raya, Sutrisno, mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya dan dinas terkait untuk memberikan pembinaan serius kepada pelaku usaha kecil menengah (UKM) serta pengrajin lokal. Langkah ini dinilai krusial agar potensi kekayaan alam daerah, khususnya rotan dan bambu, dapat diolah menjadi produk furnitur dan kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.
Untuk mencetak generasi pengrajin sejak dini, Sutrisno mendorong dinas terkait bersama para pendidik di tingkat SD, SMP, SMA, hingga SMK agar memanfaatkan hari libur sekolah dengan pelatihan keterampilan mengolah rotan dan bambu bagi para murid.
“Jangan biarkan rotan dan bambu hasil hutan kita lapuk termakan usia. Sepanjang bisa dimanfaatkan, harus diolah menjadi karya bernilai ekonomi,” ujar Sutrisno di Puruk Cahu, Sabtu (10/10)
Menurut Sutrisno, penguatan ekonomi daerah tidak boleh berfokus pada satu sektor saja, melainkan harus menyasar sektor kerajinan rumah tangga seperti pembuat kursi, meja, dan almari. Ia mengusulkan agar pemerintah daerah memberikan penghargaan serta apresiasi bernilai tinggi bagi murid yang berhasil menciptakan karya terbaik sebagai bentuk motivasi.
Lebih jauh, ia menargetkan agar produk hasil olahan tangan anak daerah dapat diserap langsung oleh instansi pemerintah setempat sebagai wujud keberpihakan terhadap produk lokal Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
“Ke depannya, setiap kantor desa dan kecamatan sudah bisa memakai kursi dan meja hasil ukiran tangan anak-anak kita sendiri. Sepanjang kita bisa, alangkah baiknya kita manfaatkan produk dari wilayah kita sendiri,” tegasnya.
Selain membuka peluang ekonomi baru, program pelatihan pada hari libur sekolah ini juga dinilai efektif dalam mengarahkan kegiatan pelajar ke arah yang lebih positif dan produktif. “Jadikan hari libur yang bermanfaat, akan lebih berarti daripada mereka harus bermain di jalanan,” pungkas Sutrisno.


