MURUNG RAYA, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Pemerintah Desa Tumbang Masalo, Kecamatan Batura, Kabupaten Murung Raya, memperketat pengawasan tumbuh kembang anak melalui layanan Posyandu rutin dan pembagian susu khusus stunting, Rabu (atau sesuaikan tanggal terbit). Langkah ini menjadi bagian dari strategi intervensi gizi langsung untuk menekan angka stunting di tingkat akar rumput.
Program bulanan yang dipusatkan di Balai Desa Tumbang Masalo tersebut menyasar para balita, anak berisiko stunting, hingga ibu hamil dan menyusui.
Kepala Desa Tumbang Masalo, Peri, menegaskan penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang desa yang selaras dengan target nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pihaknya berkomitmen mengalokasikan dukungan secara konsisten bersinergi dengan Puskesmas dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
“Kesehatan anak adalah investasi masa depan desa. Melalui posyandu rutin dan pembagian susu ini, kami ingin anak-anak Tumbang Masalo tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Ini adalah ikhtiar kita bersama menuju Indonesia Emas 2045,” kata Peri.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tenaga kesehatan dari Puskesmas bersama bidan desa dan kader Posyandu menjalankan empat pilar pelayanan utama:
-
Pemantauan Fisik: Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita secara berkala dan akurat.
-
Layanan Kesehatan: Pemeriksaan medis bagi balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
-
Edukasi Praktis: Pendampingan pola asuh, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), dan edukasi gizi keluarga.
-
Intervensi Gizi: Pembagian formula susu khusus bagi anak yang terindikasi stunting maupun yang masuk kategori berisiko.
Ketua PKK Desa Tumbang Masalo, Rini, menekankan pentingnya kesadaran orang tua dalam memanfaatkan layanan kesehatan dasar ini, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Anak-anak adalah anugerah dan masa depan desa kita. Melalui Posyandu ini, mari kita bersama-sama memantau tumbuh kembang anak, memberikan asupan gizi terbaik, dan jangan pernah malu untuk bertanya kepada kader dan tenaga kesehatan. Ibu yang sehat, anak yang kuat, desa yang hebat,” ujar Rini di hadapan para peserta Posyandu.
Inisiatif pencegahan gizi buruk berbasis desa ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Batura dalam mengentaskan masalah tengkes (stunting).
(muslim)


