BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan optimistis upaya pengendalian inflasi yang dilakukan secara terpadu mulai menunjukkan hasil. Hal itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Kalsel pada Juli 2026 sebesar 4,28 persen, turun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 4,47 persen.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, mengatakan penurunan inflasi menjadi indikator positif dari sinergi yang dibangun TPID bersama Bank Indonesia, BPS, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga.

“Perbaikan angka inflasi ini menunjukkan bahwa koordinasi dan sinergi yang dibangun seluruh anggota TPID mulai membuahkan hasil. Ke depan, upaya pengendalian akan terus diperkuat agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Eddy di Banjarbaru, Rabu (5/8/2026).

Selain inflasi tahunan, laju inflasi bulanan (month-to-month/mtm) juga mengalami perlambatan. Pada Juli 2026, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,03 persen, jauh lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 0,48 persen.

Menurut Eddy, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat langkah pengendalian harga, terutama menjelang periode yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

TPID Kalsel akan terus mengoptimalkan strategi pengendalian inflasi melalui empat langkah utama (4K), yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, Bank Indonesia, Bulog, serta instansi terkait agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan distribusinya berjalan lancar sehingga gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan akan difokuskan pada sejumlah komoditas strategis seperti beras, daging ayam ras, minyak goreng, dan berbagai komoditas hortikultura karena memiliki pengaruh besar terhadap laju inflasi di Kalimantan Selatan.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antarinstansi, TPID Kalimantan Selatan optimistis stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat(mckalsel/lnk).

Bagikan: