
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Aula Gedung Dewan Adat Dayak (DAD) Puruk Cahu riuh oleh suara puluhan pelajar SD hingga SMA dari 10 kecamatan se-Kabupaten Murung Raya. Masing-masing membawa imajinasi dan gagasan terbaik dalam Lomba Bertutur dan Pidato Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Murung Raya. Unjuk bakat ini sekaligus menjadi pijakan awal penguatan sumber daya manusia menuju visi Murung Raya Emas 2030.
Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, menegaskan pentingnya menanamkan budaya baca dan kearifan lokal pada anak sejak dini. Pesan tersebut disampaikan oleh Suriya Siri yang hadir mewakili Bupati di hadapan peserta, dewan juri, serta tamu undangan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya, saya Bupati Heriyus Midel Yoseph sangat mengapresiasi lomba ini. Lomba Bertutur dan Pidato adalah wadah strategis untuk menumbuhkan budaya gemar membaca, melestarikan cerita rakyat dan kearifan lokal, serta membangun kepercayaan diri anak-anak kita sejak dini. Kearifan lokal merupakan sebuah kekuatan dan identitas yang harus terus kita jaga,” tegas Heriyus melalui Suriya Siri, Selasa (06/10/26). Dalam pesannya, Heriyus juga mendorong generasi muda untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Langkah penguatan kapasitas pelajar ini tidak berhenti pada ajang seremoni. Kepala Disperpusip Kabupaten Murung Raya, Ernawati, menyebut kompetisi bertutur dan berpidato ini dirancang sebagai gerakan literasi yang masif dan berkelanjutan.
“Puluhan pelajar yang ikut hari ini adalah duta-duta literasi Murung Raya. Melalui Lomba Bertutur, mereka belajar mencintai cerita rakyat, legenda daerah dan kearifan lokal Kalimantan Tengah. Melalui Lomba Pidato, mereka dilatih berpikir kritis, kreatif, percaya diri dan berani menyampaikan gagasan di depan publik,” ujar Ernawati.
Guna memastikan keterjangkauan akses bacaan di seluruh wilayah, Ernawati berkomitmen memperluas jangkauan program hingga ke tingkat pelosok desa. Strategi tersebut direalisasikan lewat pengoperasian perpustakaan keliling, penyediaan pojok baca, pembentukan taman baca masyarakat, serta penguatan kerja sama dengan jejaring sekolah.
“Literasi adalah investasi peradaban. Ketika anak-anak kita gemar membaca dan berani bertutur, maka masa depan Murung Raya akan cerdas dan berkarakter,” tambahnya.
Agenda literasi ini juga mendapat dorongan langsung dari Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, yang hadir memberikan motivasi kepada peserta. Perhelatan turut disaksikan oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, jajaran dewan juri, serta para guru dan orang tua pendamping dari seluruh kecamatan.
(muslim)

