
BANJARMASIN, LenteraKalimantan.net — Warga Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, akhirnya bisa bernapas lega. Jembatan Saka Arang di Jalan Mantuil Raya RT 03 yang sempat ambruk dan memutus akses vital masyarakat, resmi beroperasi kembali setelah rampung diperbaiki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.
Peresmian dan pembukaan kembali akses penyeberangan tersebut ditandai dengan gelaran syukuran serta doa bersama yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin dan ratusan warga setempat, Rabu malam, 2 September 2026.
Sebelum perbaikan selesai, robohnya Jembatan Saka Arang sempat melumpuhkan mobilitas harian warga. Jalur ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan aktivitas perekonomian masyarakat lokal hingga akses anak-anak menuju sekolah.
Kapolsek Banjarmasin Selatan menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan infrastruktur ini merupakan buah manis dari sinergitas cepat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif warga.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa berkumpul dalam suasana syukur. Dengan terbukanya kembali Jembatan Saka Arang, aktivitas warga, perekonomian, dan mobilitas anak sekolah tidak lagi terhambat,” ujar Kapolsek dalam sambutannya, Rabu, 2 September 2026.
Ia menuturkan, percepatan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin yang diimbangi dengan aksi gotong royong warga menjadi kunci utama penanganan krisis aksesibilis ini. Pihaknya juga berkomitmen memastikan aspek keamanan di area vital tersebut.
“Kami dari Polri siap bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar jembatan agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan awet,” tuturnya.
Agenda syukuran dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah bersama jajaran Forkopimda yang hadir, di antaranya Dandim 1007 Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Kasatpolair Polresta Banjarmasin, Kepala Dinas PUPR, perwakilan DPRD Kota Banjarmasin, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Antusiasme warga terlihat membuncah seusai seremoni. Beralihnya status jembatan dari rusak total menjadi dapat dilalui kembali langsung dimanfaatkan warga untuk berswafoto dan melintas dengan aman.

