PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya meminta masyarakat memperketat stabilitas keamanan dan tak mudah terprovokasi isu eksternal menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kondusivitas daerah di tengah potensi dinamika sosial.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan harus dimaknai sebagai pilar pemersatu, bukan celah keretakan sosial. Menurutnya, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan di wilayah berjuluk Bumi Tana Malai Tolung Lingu tersebut menuntut sinergi aktif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga lokal.

“Mari kita ciptakan Bumi Tana Malai Tolung Lingu yang damai, aman, dan nyaman. Kita tidak boleh terpancing isu dari daerah luar. Namun kita harus bisa memastikan bahwa bersatu itu kuat dan damai itu indah,” kata Johansyah di Puruk Cahu, Kamis (13/8)

Johansyah menyoroti pentingnya menyaring setiap arus informasi yang masuk agar masyarakat tidak terombang-ambing oleh narasi adu domba. Peringatan kemerdekaan, kata dia, seyogianya menjadi momentum reflektif untuk merawat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat di Murung Raya.

“Jaga persatuan. Hormati perbedaan. Dan mari rayakan kemerdekaan ini dengan penuh sukacita dan tanggung jawab,” tutur Johansyah.

(Muslim)