MURUNG RAYA — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, menyoroti pentingnya keseimbangan antara pendidikan formal dan keahlian intuitif atau spiritual dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat tidak boleh memandang sebelah mata warga yang memiliki keterampilan khusus meski tanpa latar belakang ijazah perguruan tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Rumiadi di hadapan warga saat menghadiri agenda pembinaan masyarakat di Kabupaten Murung Raya. Dalam kesempatan itu, ia membedakan pengetahuan manusia ke dalam dua dimensi utama: Ilmu Kasbi (ilmu yang diperoleh melalui proses belajar formal dan riset) serta Ilmu Ilham atau Laduni (pengetahuan intuitif/spiritual yang dianugerahkan Tuhan).
“Ada saudara-saudara kita yang tidak menempuh pendidikan tinggi, namun memiliki berbagai keahlian dan kepandaian di banyak bidang. Hal itu patut kita banggakan, karena merupakan karunia dan mukjizat dari Tuhan Yang Maha Esa,” kata Rumiadi, Rabu (19/8/26).
Rumiadi menilai, keahlian praktis yang tumbuh di tengah masyarakat lokal—seperti keterampilan pertukangan, kearifan lingkungan, maupun seni tradisi—merupakan aset daerah yang nyata. Menurutnya, Ilmu Kasbi seperti ilmu kedokteran, teknik, hukum, hingga teknologi membutuhkan pijakan nilai spiritual agar tidak kehilangan arah moral. Sebaliknya, Ilmu Ilham memerlukan penguatan ilmu pengetahuan formal agar dapat diimplementasikan secara terukur dalam pembangunan daerah.
Atas dasar itu, DPRD Murung Raya mendorong agar arah kebijakan penguatan SDM di wilayahnya tidak melulu bertumpu pada pembangunan fisik atau pencapaian angka akademis semata. Sinergi antara kecerdasan intelektual, nilai spiritual, dan pengakuan terhadap potensi kearifan lokal dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak SDM unggul berkarakter.

