BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Banjarmasin selama empat bulan terakhir memicu aksi tanggap darurat dari elemen masyarakat. Aliansi Pemuda Borneo bekerja sama dengan Polsek Banjarmasin Tengah mendistribusikan 10 ribu masker dan paket vitamin gratis kepada para pengguna jalan di kawasan persimpangan lampu merah Kamboja, Banjarmasin, Senin (26/10/2026).

Langkah kolaboratif ini diambil guna menekan angka risiko penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kian mengancam warga akibat paparan kabut asap pekat di luar ruangan.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Banjarmasin Tengah, AKP Bimasa Zebua, S.I.K., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Aliansi pemuda Borneo yang dinilai sigap dan responsif merespons krisis lingkungan di wilayahnya.

“Kami dari pihak Polsek Banjarmasin Tengah sangat mengapresiasi dan berterima kasih banyak dengan kegiatan ini,” kata AKP Bimasa Zebua di sela-sela pembagian masker dan vitamin.

Bimasa menegaskan, aksi turun ke jalan ini tidak sekadar membagikan perlindungan fisik, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya kesehatan di tengah kepungan asap. Ia berharap partisipasi aktif publik dapat membendung lonjakan kasus ISPA, khususnya di wilayah hukum Banjarmasin Tengah.

Guna memastikan kelancaran dan ketertiban distribusi di titik-titik krusial, Polsek Banjarmasin Tengah menerjunkan sedikitnya 15 personel ke lapangan,”Petugas kami membantu mengarahkan lalu lintas sekaligus membagikan masker secara langsung kepada para pengendara yang melintas,” ujar Kapolsek.

Meski intervensi keselamatan terus dilakukan, disiplin masyarakat di lapangan dinilai masih menjadi tantangan tersendiri. Petugas kerap menemukan warga yang belum mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, padahal kabut asap sudah berlangsung selama empat bulan berturut-turut.

“Kami Pihak kepolisian pun terus memperketat imbauan agar warga tidak mengabaikan protokol kesehatan pernapasan untuk selalu memakai masker saat beraktivitas diluar rumah hingga situasi krisis karhutla dan kabut asap pekat yang menyelimuti Kalimantan selatan khususnya Kota Banjarmasin benar-benar mereda,” tandasnya.