Ketua Gepak Kalsel Junaidi

‎​BANJARMASIN — LENYERAKALIMANTAN.NET-

Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalimantan Selatan menggelar rapat konsolidasi perdana pasca-diterimanya Surat Keputusan (SK) kepengurusan secara resmi. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus besar serta anggota untuk merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
‎​Ketua GEPAK Kalsel, Junaidi, memaparkan tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut.

‎​”Hari ini, setelah kita menerima SK secara resmi tentang kepengurusan GEPAK Kalsel, maka hari ini adalah rapat pertama kita. Semua pengurus, semua yang menjadi anggota yang perlu kita undang hari ini,” ujar Junaidi membuka pertemuan pada, Sabtu (31/10/26) usai rapat konsolidasi di Sekretariat GEPAK Kalsel Jalan Tatah Amuntai Komplek Margasana Asri Kabupaten Banjar.

Agenda pertama, kata Junaidi, adalah penyerahan SK kepengurusan kepada pengurus besar di tingkat provinsi. Agenda kedua berfokus pada identifikasi persoalan di berbagai daerah, termasuk pembenahan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di kabupaten/kota se-Kalsel.
‎
“Kita kepengin nantinya kita akan menyusun administrasi yang tertib tentang kepengurusan, yang selama ini mungkin belum ada SK segala macam. Kita akan tertibkan itu, kita akan berikan SK supaya semua garis organisasi bisa dijalankan,” tegas Junaidi.

‎​Sementara agenda ketiga berkaitan dengan persiapan deklarasi GEPAK Kalsel yang direncanakan berlangsung pada Desember mendatang. “Mungkin dideklarasikannya nanti dilakukan di bulan Desember, mungkin di minggu ketiga Desember. Kita usahakan di minggu ketiga Desember, karena makin bagus, makin banyak yang tahu, nah ini juga sangat baik bagi GEPAK ke depan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menyoroti sejumlah persoalan krusial, salah satunya perihal kejelasan legalitas kepengurusan DPD di daerah. Ia menekankan pentingnya visi besar agar organisasi ini tidak terjebak pada eksklusivitas kesukuan tertentu.

‎​”Saya kepengin GEPAK ini besar nantinya. Jadi bukan hanya GEPAK Kalsel ini bukan hanya untuk GEPAK Kalsel, tapi GEPAK untuk Indonesia,” cetus Junaidi. “GEPAK untuk Kalimantan, GEPAK untuk Indonesia. Kita kepengin organisasi ini jangan mengelompok pada suku tertentu.”

‎​Ia merujuk pada hasil perbincangan saat momentum di Balikpapan dan Samarinda, di mana tercetus gagasan agar GEPAK terbebas dari stigma primordialisme sempit. Salah satu langkah konkretnya adalah merevisi terminologi dasar keanggotaan.

‎​”Makanya di sana ada usulan kata ‘asli’ itu diganti ‘asal’. Jadi, orang yang asal lahirnya di Kalimantan, itu boleh dikatakan anggota GEPAK. Bisa, ya begitu lahir di sini, besarnya di Amerika atau di Jepang, tetap dikatakan orang Kalimantan,” urainya.

Ketika disinggung mengenai tokoh-tokoh seperti Haji Isam, Junaidi menegaskan bahwa figur tersebut masuk dalam kriteria masyarakat dan orang GEPAK yang lahir di Kalimantan.
‎​

Melalui semangat “GEPAK Baru” ini, Junaidi berharap stigma negatif yang melekat pada organisasi kepemudaan—seperti citra organisasi yang kerap “meminta-minta”—dapat diikis habis di tengah masyarakat. Menurutnya, pengurus organisasi harus berjiwa besar dan siap berkorban demi kepentingan orang banyak.

“Kita akan berusaha sedemikian mungkin, nanti kita kepengin di GEPAK ini ada pemikiran membentuk usaha sendiri. Usaha sendiri, kita akan bekerja sama dengan siapapun untuk bisa usaha sendiri,” tambahnya. “Saya berharap jangan lagi ada stigma bahwa organisasi ini organisasi minta-minta. Kita kepengin itu dirubah di masyarakat, kita akan berusaha sendiri.”
‎​Merajut Sinergi dengan Kampus dan Forkopimda

Geliat konsolidasi ini juga diiringi dengan upaya membangun komunikasi lintas sektor. Junaidi menyebutkan bahwa pihak kampus, termasuk Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), telah mengundang GEPAK untuk bersilaturahmi. Peningkatan sumber daya manusia, menurutnya, mutlak membutuhkan sentuhan akademisi dan dunia kampus.

‎​Menutup rangkaian konsolidasi, GEPAK
Kalsel juga berencana melakukan silaturahmi secara maraton dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Gubernur Kalsel, Danrem, dan Kapolda.
<span;>‎​”Kita di dalam dulu kita benahi, baru kita keluar. Dalam waktu dekat kita akan audensi ke beberapa pejabat yang menjadi pelindung kita,” pungkas Junaidi.