Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya sekaligus politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fitriadi,

PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Peringatan Hari Museum Nasional setiap 12 Oktober menjadi momen krusial untuk merefleksikan kembali tata kelola sejarah dan kebudayaan lokal. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya sekaligus politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fitriadi, menegaskan museum memegang peranan vital dalam menjaga memori kolektif dan identitas suatu bangsa.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda kuno, tetapi jendela peradaban, penjaga memori kolektif, dan sumber inspirasi bagi generasi penerus,” ujar Fitriadi saat menyampaikan refleksinya menyambut Hari Museum Nasional di Puruk Cahu, Sabtu (10/10/26)

Peringatan Hari Museum Nasional sendiri memiliki akar sejarah panjang yang diputuskan sejak Musyawarah Museum se-Indonesia pertama pada 12 Oktober 1962 di Yogyakarta. Meneladani histori tersebut, Fitriadi mendorong agar museum di daerah tidak sekadar menjadi bangunan pasif, melainkan bertransformasi menjadi pusat edukasi, riset, serta pelestarian kearifan lokal.

Secara khusus, legislator PKS ini menyoroti kekayaan warisan kebudayaan Dayak di Kabupaten Murung Raya. Menurutnya, potensi sejarah dan peninggalan leluhur di Bumi Tana Malai Tolung Lingu sangat melimpah, namun membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda agar tidak tergerus zaman.

“Kita kaya akan sejarah dan budaya Dayak serta peninggalan leluhur. Jangan sampai punah. Mari hidupkan museum sebagai kebanggaan daerah,” tegasnya.

Melalui momentum ini, ia berharap adanya dorongan bersama dari pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjadikan museum sebagai ruang publik yang hidup, atraktif, dan edukatif bagi anak muda setempat.

(muslim)