
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus memacu penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop), pemkab menggelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Pengolahan Produk Berbahan Jamur bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan peluang bisnis baru yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan lokal Murung Raya.
Kepala Disperindagkop Kabupaten Murung Raya, Roy Cahyadi, menegaskan pelatihan ini mengutamakan praktik langsung dari hulu ke hilir untuk memastikan peserta siap mengeksekusi usahanya.
“Peserta kami bekali dari cara budidaya, perawatan baglog, panen, hingga bagaimana mengolah jamur menjadi produk bernilai jual tinggi. Ini adalah peluang usaha yang sangat menjanjikan karena modalnya terjangkau dan pasarnya terbuka luas,” ujar Roy di Puruk Cahu, Kamis (08/10/26)
Menurut Roy, laju pertumbuhan UMKM di Murung Raya yang kian pesat wajib diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Pelaku usaha tidak boleh berhenti pada tahap produksi mentah, melainkan harus berinovasi agar mampu naik kelas.
Secara ekonomis, jamur tiram dinilai memiliki keunggulan tinggi. Selain kaya gizi, bahan baku ini fleksibel untuk diolah menjadi beragam varian komersial seperti jamur krispi, nugget, sate jamur, hingga keripik dengan nilai tambah berlipat ganda. Lewat program ini, pemkab menargetkan lahirnya wirausaha baru di sektor pangan yang sanggup membuka lapangan kerja serta menggerakkan roda ekonomi desa.
Sebagai keberlanjutan program, Disperindagkop Murung Raya juga telah menyiapkan agenda pelatihan anyaman rotan. Program susulan ini membidik optimalisasi sumber daya alam lokal menjadi produk kerajinan bernilai ekspor, sejalan dengan visi daerah dalam mewujudkan UMKM yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
(muslim)

