PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Dengan mata berkaca-kaca, Nurinah tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Warga Desa Tumbang Masao, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah ini menceritakan pengalamannya saat membawa sang cicit berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murung Raya. Ia tak menyangka, pelayanan medis yang diterima keluarganya melampaui ekspektasi masyarakat desa setempat.
Rasa haru Nurinah membuncah bukan hanya karena pengobatan cicitnya berjalan lancar, melainkan lantaran perlakuan ramah dan humanis dari para tenaga medis sejak pertama kali ia melangkah masuk ke ruang perawatan. Petugas kesehatan dan perawat yang bertugas menyambut kehadiran mereka tanpa pilih kasih.
“Bukan cuma melayani pasien saja, tetapi kami keluarga yang menjaga pasien juga dilayani, dikasih makan dan minum,” kata Nurinah saat ditemui media di Puruk Cahu, Rabu (14/1026)
Bagi warga dari daerah pelosok seperti Tumbang Masao, perhatian detail hingga ke pemenuhan kebutuhan dasar penunggu pasien—seperti makanan dan minuman—menjadi oase di tengah stereotip pelayanan fasilitas kesehatan publik yang acap kali dinilai kaku. Nurinah menilai, pendekatan emosional dan kesetaraan hak pasien yang ditunjukkan jajaran RSUD Murung Raya memberikan kenyamanan psikologis bagi keluarga yang tengah berduka atau cemas mendampingi anggota keluarga yang sakit.
Atas dedikasi dan kesiapsiagaan para tenaga medis tersebut, Nurinah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh manajemen dan jajaran RSUD Murung Raya. Pengalaman ini menjadi catatan positif bagi peningkatan mutu serta standar pelayanan publik di sektor kesehatan Kabupaten Murung Raya.


