BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

​Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan mengincar posisi tiga besar nasional dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 yang berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 14–18 Oktober 2026.

​Pelepasan 126 anggota kontingen dilaksanakan di SMK-PP Negeri Banjarbaru, Selasa (13/10/2026), oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, yang hadir mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin.

​Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, menggarisbawahi partisipasi atlet disabilitas intelektual dalam ajang ini tidak semata-mata berorientasi pada raihan medali, melainkan juga wadah pembentukan rasa percaya diri dan kemandirian.

​“Kita pernah berada di peringkat ketujuh, pernah di peringkat ketiga. Mudah-mudahan kali ini kita bisa memperoleh peringkat yang lebih baik,” ujar Pebriadin, Selasa (13/10/2026).

​Ketua SOIna Kalsel, Sri Rahayu, mengonfirmasi kesiapan kontingen sudah mencapai 100 persen untuk bertanding pada tujuh cabang olahraga, yaitu tenis meja, bulu tangkis, renang, senam ritmik, atletik, sepak bola, dan bocce. Ia menuturkan para atlet telah melewati seleksi ketat selama tiga tahun melalui ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda).

​Selain mengincar papan atas nasional di Kupang, Sri mengungkapkan Pengurus Pusat SOIna memberikan kuota tambahan kepada Kalsel. Hal ini membuka peluang bagi tiga atlet bertalenta Banua untuk mewakili Indonesia dalam ajang World Games 2027 di Santiago, Chile.

​Guna melengkapi kedalaman skuad cabang sepak bola—yang memegang rekam jejak dua kali juara berturut-turut pada ajang regional Borneo Cup—pengurus SOIna Kalsel secara swadaya memboyong dua atlet cadangan menggunakan kas internal pengurus di luar anggaran Dispora. Pengurus juga menyatakan kesiapan Kalsel untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Pesonas edisi 2030 mendatang(mckalsel/lnk).