
KAB BANJAR LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah menargetkan percepatan pemadaman dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10.000 hektare di Kalimantan Selatan selesai dalam kurun waktu satu minggu. Strategi terpadu ini memfokuskan pengerahan armada alat berat serta puluhan unit mobil tangki air ke titik-titik rawan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan hal tersebut usai memimpin Apel Penanganan Karhutla di Pos Lapangan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Minggu (11/10/2026).
Hanif memaparkan, skema penanganan dibagi berdasarkan dua klaster utama lahan. Klaster pertama menyasar kawasan persawahan bekas panen maupun gagal panen. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel dikerahkan menggunakan hampir 50 unit alat pembalik tanah agar sisa jerami lapuk dan tidak berpotensi menjadi bahan bakar api.
“Kita hanya memberikan waktu satu minggu, semua sisa panen itu harus dibalik tanahnya sehingga tidak ada potensi untuk terbakar,” tegas Hanif.
Klaster kedua berfokus pada pembasahan 1.650 hektare kawasan gambut kritis. Langkah ini ditempuh melalui rekayasa peningkatan muka air Sungai Martapura yang berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta pembasahan darat oleh personel gabungan TNI, Polri, dan swasta.
Guna menopang pasokan air di lapangan, Korem 101/Antasari menyiagakan 15 unit mobil tangki yang didukung 30 unit mobil tangki tambahan dari konsorsium 350 dunia usaha Kalsel. Seluruh kekuatan operasional tersebut dikonsentrasikan penuh pada kawasan prioritas guna memutus rantai penyebaran karhutla secara signifikan dalam tempo sepekan(mckalsel/lnk).

