BANJARMASIN, LENTERAKALIMANTAN.NET—
Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Kalimantan Selatan kembali memicu kecelakaan lalu lintas. Sekretaris DPC Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Hulu Sungai Selatan (HSS), Salman Alfarisi, menjadi korban usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Gubernur Syarkawi (Lingkar Utara), Kabupaten Banjar, Kamis pagi, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 08.00 WITA.
Pria yang akrab disapa “Gus Dur Kandangan” itu terperosok saat mengendarai sepeda motor Honda Stylo bernomor polisi DA 4535 DA dalam perjalanan dari Kandangan menuju Banjarmasin. Insiden di dekat SPBU pertama Jalur Lingkar Utara ini menorehkan catatan kelam beruntun; sehari sebelumnya, Rabu, 19 Agustus 2026, jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap di jalur yang sama juga memicu kecelakaan truk pengangkut sepeda motor.
Akibat peristiwa tersebut, Salman mengalami cedera lutut kanan dan luka robek di bagian bibir. Korban sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Kayutangi, Banjarmasin Utara untuk mendapatkan perawatan medis mendesak, sebelum akhirnya dipulangkan ke Kandangan menggunakan ambulans darurat oleh pihak keluarga.
Salman mengungkapkan bahwa pekatnya kabut asap di sepanjang rute perjalanannya menjadi pemicu utama hilang kendali. “Saya dari Kandangan mau ke Banjarmasin. Karena kabut, mata jadi perih dan ngantuk, hingga akhirnya terjatuh. Saat itu kondisi jalan sepi, tidak ada pengendara lainnya,” kata Salman saat ditemui di ruang perawatan.
Perjalanan Salman ke ibu kota provinsi tersebut sedianya bertujuan menjalankan agenda organisasi. Ia dijadwalkan melakukan konsolidasi internal menjelang peringatan Milad ke-2 FKPWK yang bakal digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Insiden ini memantik simpati dan perhatian dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FKPWK. Pembina DPP FKPWK Junaidi, didampingi Ketua Umum Adv. H. Rachmad Fadillah, S.H., Sekretaris Jenderal Sabar Prayetno, serta jajaran pengurus—Soleh Priyanto, S.H. dan H. Saleh Makki—terlihat hadir menjenguk langsung kondisi korban saat menjalani penanganan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh.
Jalan Gubernur Syarkawi sepanjang 27 kilometer merupakan urat nadi transportasi darat strategis yang menghubungkan wilayah Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga Barito Kuala. Maraknya kecelakaan dalam beberapa hari terakhir makin mempertegas ancaman bahaya jarak pandang minim akibat kabut asap bagi para pengguna jalan di perlintasan interkota tersebut.(*)

