PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dan debu di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, memicu ancaman ganda bagi keselamatan warga. Selain risiko tinggi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), jarak pandang yang terbatas membuat aktivitas balap liar remaja makin membahayakan jiwa dan berpotensi menghambat armada darurat.

Menanggapi situasi krusial ini, Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, Rejikinoor, melarang keras segala bentuk aksi balapan liar di jalan umum selama bencana kabut asap berlangsung. Ia menegaskan jalanan harus bebas dari aksi membahayakan untuk memberi prioritas pada aksesibilitas penanganan darurat.

“Tidak ada alasan untuk balapan liar bagi anak-anak remaja dalam situasi kabut asap dan debu. Jalan harus steril. Pengecualian hanya diberikan kepada kendaraan operasional seperti Ambulance, pemadam kebakaran, TNI/Polri, serta wartawan dan LSM yang sedang bertugas dalam kondisi gawat darurat,” kata Rejikinoor saat ditemui di Kantor DPRD Murung Raya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Rejikinoor menjelaskan, langkah tegas penertiban ini mendasarkan pada dua alasan utama:

  1. Ancaman Kesehatan: Paparan kabut asap dan debu berisiko tinggi memicu iritasi mata, gangguan pernapasan, hingga ISPA. Aktivitas fisik berat di luar ruangan seperti balapan liar mempercepat intake udara tercemar ke paru-paru anak.

  2. Faktor Keselamatan Jalan: Jarak pandang (visibilitas) yang sangat terbatas meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Keberadaan balap liar juga dinilai mengganggu mobilitas mobil pemadam kebakaran dan ambulans yang membutuhkan akses cepat.

Sebagai komisi yang membidangi sektor kesehatan dan pendidikan, Komisi I DPRD Murung Raya mendorong kolaborasi lintas sektor—mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga tingkat Karang Taruna—untuk memperketat pengawasan.

Sekolah diimbau membatasi kegiatan luar ruangan (extracurricular), mewajibkan penggunaan masker, serta memberikan edukasi dampak buruk polusi. Sementara itu, jajaran pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian diminta mengintensifkan patroli guna membubarkan kerumunan pemuda di titik-titik rawan balapan.

“Kesehatan anak-anak kita adalah prioritas. Jangan sampai karena kelalaian, mereka menjadi korban. Mari kita jaga bersama, utamakan keselamatan, dan beri jalan bagi petugas yang sedang berjuang di lapangan,” ujar Rejikinoor mengakhiri keterangannya.

(Muslim)