Foto: Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi,

PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Ancaman kabut asap dan debu tebal mulai membayangi Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Tak sekadar merusak kualitas udara, dampak domino dari fenomena musiman ini kini mengancam stabilitas harga pangan, melumpuhkan akses transportasi, hingga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi warga setempat.

Merespons krisis yang kian membendung tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pempemda) beserta seluruh instansi teknis untuk segera mengambil langkah mitigasi konkret dan tidak menunggu hingga jatuh korban.

“Intinya satu, pemerintah harus sigap. Masyarakat Murung Raya berhak mendapatkan kepastian harga yang stabil, akses transportasi yang aman, dan pelayanan kesehatan yang prima,” tegas Rumiadi saat ditemui di sela-sela Sidang Paripurna Ke-9 DPRD Murung Raya di Puruk Cahu, Kamis (20/8/2026).

3 Ancaman Utama Dampak Kabut Asap di Murung Raya

Sektor Masalah Utama Desakan & Langkah Konkret DPRD
Bahan Pokok (Sembako) Fluktuasi dan lonjakan harga akibat distribusi terganggu. Pemantauan pasar secara berkala oleh Dinas Perdagangan & Ketahanan Pangan serta penggelaran operasi pasar murah.
Transportasi & Logistik Jarak pandang terbatas akibat kabut asap & debu di jalur darat dan sungai. Penyiapan skema mitigasi rantai pasok agar arus distribusi barang dan pelayanan publik tidak terhenti.
Kesehatan Masyarakat Lonjakan risiko ISPA, iritasi mata, dan gangguan pernapasan (rentan bagi anak, lansia, & ibu hamil). Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, jaminan ketersediaan obat-obatan, dan sosialisasi pencegahan masif dari Dinas Kesehatan.

Ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi sorotan utama Legislatif. Akses transportasi darat maupun sungai yang terganggu akibat terbatasnya jarak pandang berpotensi memicu kemacetan pasokan logistik. Jika dibiarkan, spekulasi harga pangan di tingkat pedagang sulit dihindari.

“Kami meminta dinas terkait, terutama yang membidangi perdagangan dan ketahanan pangan, untuk terus memantau harga di pasar. Jangan sampai masyarakat terbebani dengan lonjakan harga. Pemda harus hadir dengan langkah konkret seperti operasi pasar jika diperlukan,” ujar Rumiadi.

Di sisi lain, ancaman kesehatan menuntut perhatian yang sama daruratnya. Paparan debu dan kabut asap pekat memicu lonjakan kasus ISPA, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Rumiadi meminta fasilitas kesehatan setempat menyiagakan stok obat dan layanan darurat tanpa birokrasi yang berbelit.

“Kami berharap Dinas Kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan bergerak cepat dan profesional. Lakukan sosialisasi, siagakan obat-obatan, dan pastikan layanan kesehatan dapat diakses masyarakat kapan saja. Jangan tunggu sampai ada korban baru bertindak,” imbuhnya.

DPRD Murung Raya memastikan fungsi pengawasan akan berjalan ketat selama masa tanggap krisis ini. Kolaborasi lintas sektor antara eksekutif, legislatif, dan otoritas keamanan dinilai menjadi kunci utama agar dampak kabut asap tidak memicu krisis sosial-ekonomi yang lebih luas di Puruk Cahu dan sekitarnya.