BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta paparan kabut asap. Pasalnya, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan alami yang merata masih minim melingkupi wilayah Kalsel dalam sepekan ke depan.

Kepala Subbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, membeberkan bahwa hujan intensitas sedang hingga tinggi baru berpotensi turun secara terbatas di area utara Banua.

“Dalam satu minggu ke depan belum ada potensi hujan yang potensial di wilayah Kalsel. Hujan lokal diprediksi hanya mengguyur wilayah utara, terutama Kabupaten Tabalong. Berdasarkan pemantauan terbaru, saat ini terdeteksi sekitar 600 titik panas (hotspot) dengan tingkat potensi rendah, sedang, hingga tinggi,” ujar Ariansyah usai rapat koordinasi di Posko Satgas Udara FASI Syamsudin Noor, Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026) pagi.

Kondisi kekeringan ini memaksa Satgas Darat dan Satgas Udara bekerja ekstra keras mengepung titik-titik api. Ariansyah menegaskan perlunya peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan temuan percikan atau titik api sekecil apa pun kepada petugas terdekat agar dapat diredam sebelum meluas.

Selain keterlibatan dalam pencegahan karhutla, BPBD Kalsel mengimbau warga yang beraktivitas di ruang terbuka untuk membentengi diri dari paparan polusi udara. Pengendara kendaraan bermotor juga diminta ekstra waspada terhadap penurunan jarak pandang akibat pekatnya kabut asap pada pagi dan malam hari.

“Masyarakat yang beraktivitas di luar ruang agar tetap berhati-hati dan menggunakan masker, karena dampak kabut asap cukup tinggi. Pengguna transportasi juga wajib meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang terganggu,” pungkasnya(mckalsel/lnk).