BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET Satuan Tugas (Satgas) Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan mengintensifkan operasi pemadaman udara (*water bombing*) untuk menanggulangi titik api di kawasan yang sulit dijangkau tim darat. Memasuki bulan kedua masa tanggap karhutla, fokus utama pengamanan diarahkan pada wilayah Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kepala Subbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, membeberkan bahwa penetapan sasaran pemadaman udara dirumuskan secara presisi melalui hasil evaluasi dan pemantauan helikopter patroli harian.

“Satgas Udara bertugas mendukung operasi, terutama untuk titik-titik api yang belum terjangkau jalur darat. Yang tidak terjangkau akan kami tangani melalui *water bombing*. Terutama yang menjadi prioritas adalah Ring 1 Bandara agar penerbangan tidak terganggu,” ujar Ariansyah usai rapat koordinasi di Posko Satgas Udara FASI Syamsudin Noor, Sabtu (22/8/2026) pagi.

Ariansyah mengonfirmasi bahwa operasi *water bombing* telah dijalankan dalam beberapa sorti. Kendati mayoritas titik api berhasil dipadamkan, beberapa area masih menyisakan kepulan asap tipis akibat luasnya lahan terakar sehingga membutuhkan penanganan lanjutan secara terpadu bersama Satgas Darat.

Alutsista Udara Karhutla | Jumlah / Status |

Helikopter Water Bombing | 3 Unit (Aktif) |

Helikopter Patroli| 1 Unit (Aktif) |

Pesawat Patroli| 1 Unit (Aktif) |

Armada Bantuan | 1 Helikopter *Water Bombing (Tiba dari Pekanbaru, Minggu 23/8)

Tambahan armada helikopter dari Pekanbaru diharapkan dapat memaksimalkan cakupan penyiraman air, memutus potensi perluasan titik api, serta menjaga kualitas udara dan keselamatan ruang udara di sekitar objek vital nasional Kalimantan Selatan(mckalsel/lnk).