BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, membuka kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Penurunan Angka Stunting di Ruang Sasangga Banua, Banjarmasin, Jumat (28/8/2026). Acara yang digelar berkolaborasi dengan Balai Besar POM di Banjarmasin ini diikuti 40 peserta dari unsur calon pengantin (catin), kader Posyandu, dan pengurus BKOW Kalsel.

Dalam arahannya, Istri Wakil Gubernur Kalsel ini menekankan pentingnya intervensi stunting sejak masa pra-nikah sebagai titik awal persiapan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Pencegahan stunting tidak dimulai sejak anak lahir, melainkan sebelum menikah dan hamil. Di Kalsel, 1 dari 4 anak masih berisiko stunting, bukan semata karena faktor ekonomi, melainkan kurangnya pemahaman. Catin harus sehat agar kelak melahirkan generasi emas yang bebas stunting, cerdas, dan berakhlak,” tegas drg. Ellyana Trisya.

Ellyana menambahkan, penanganan stunting tidak bisa menggunakan metode yang seragam, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik serta angka prevalensi di masing-masing kabupaten/kota melalui sinergi lintas sektor.

Kepala BBPOM di Banjarmasin, Ary Yustantiningsih, turut menggarisbawahi bahwa pemenuhan gizi anak wajib didukung oleh keamanan pangan. Makanan bergizi harus terbebas dari cemaran berbahaya agar penyerapan nutrisi tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Kegiatan yang menghadirkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Lisna Prihantini, sebagai narasumber ini diakhiri dengan diskusi interaktif bersama para peserta serta penyerahan plakat penghargaan antarinstansi(adpim/lnk).