BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi lintas sektor, sekaligus meningkatkan penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai kondisi dan langkah penanganan di lapangan.

Koordinasi tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Gubernur Kalsel H Muhidin di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9/2026). Rapat melibatkan Forkopimda, TNI, Polri, ASN, serta perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan arahan gubernur mencakup pengerahan seluruh unsur untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan.

“Rapat secara langsung dipimpin Pak Gubernur secara teknis dan beliau mengarahkan sampai ke TNI. Jadi mulai dari TNI, kepolisian sampai ASN dikerahkan,” ujar Muslim.

Menurut Muslim, penanganan diprioritaskan pada titik-titik yang dinilai membutuhkan perhatian utama. Meski demikian, wilayah lain tetap dipantau untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Fokus-fokus titik yang prioritas itu diharap menjadi fokus, tetapi tetap di wilayah-wilayah yang lain tetap menjaga,” katanya.

Dalam koordinasi tersebut, Diskominfo Kalsel turut berperan dalam mendiseminasikan informasi mengenai langkah pemerintah dalam menangani karhutla kepada masyarakat.

Muslim menegaskan, informasi yang disampaikan kepada publik harus bersumber dari fakta dan kondisi penanganan yang berlangsung di lapangan. Hal itu dilakukan agar masyarakat memperoleh gambaran mengenai upaya pemerintah dalam menghadapi karhutla.

“Kita mendukung dengan menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat bagaimana upaya-upaya yang sudah dilakukan. Jadi ini adalah fakta yang memang sebagai informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyampaian fakta mengenai penanganan karhutla menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat mengetahui langkah yang terus dilakukan hingga kondisi dapat ditangani.

“Jadi fakta-fakta itu yang kita sampaikan,” ujar Muslim(mckalsel/sugi).