
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan keberhasilan pelatihan tenaga kesehatan tidak cukup diukur dari kepemilikan sertifikat, melainkan perubahan nyata pada mutu pelayanan masyarakat. Peningkatan kapasitas dokter dan bidan Puskemas serta Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjadi langkah strategis lantaran kedua profesi tersebut merupakan ujung tombak pelayanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bapelkes Kalsel, Abdul Basit, saat menutup dua pelatihan nakes di Banjarbaru, Sabtu (19/9/2026). Pelatihan pertama menyasar dokter Puskesmas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terkait Deteksi Dini Kanker Payudara dan Leher Rahim. Sementara pelatihan kedua diperuntukkan bagi bidan FKTP dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengenai Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).
“Pelatihan tidak boleh berhenti pada sertifikat,” tegas Abdul Basit.
Ia meminta para dokter memanfaatkan kompetensinya untuk memperluas cakupan skrining kanker dan memastikan rujukan penanganan yang tepat. Sementara untuk para bidan, ia menekankan pentingnya kesinambungan pelayanan ibu dan bayi, termasuk kewajiban melaksanakan SHK pada bayi baru lahir melalui pengambilan sampel darah tumit usia 48–72 jam demi mencegah gangguan tumbuh kembang anak.
Abdul Basit mendesak para alumni pelatihan segera mengomunikasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) kepada kepala Puskesmas dan tim di daerah masing-masing agar tidak sekadar menjadi dokumen pelengkap. Tenaga kesehatan juga diimbau lebih aktif menjangkau masyarakat melalui jejaring Pustu, Posyandu, dan kader, guna mempercepat pencapaian indikator program hingga akhir 2026.
“Keberhasilan kita bukan diukur dari berapa orang yang selesai mengikuti pelatihan, tetapi dari berapa banyak perempuan yang berhasil dideteksi lebih dini, berapa banyak ibu yang memperoleh pelayanan berkualitas, berapa banyak komplikasi yang dapat dicegah, serta berapa banyak bayi yang dapat tumbuh dan berkembang secara optimal karena memperoleh pelayanan tepat pada waktunya,” pungkasnya(mckalsel/yudha).

