Foto bersama para finalis KOMPAS IPS 2026 dan seluruh peserta dalam rangkaian kegiatan Pekan Kreativitas Semarak dan Grand Final KOMPAS IPS 2026

Banjarmasin, LENTERAKALIMANTAN.NET
11 September 2026 – Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan Pekan Kreativitas Semarak dan Grand Final KOMPAS IPS 2026 pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Cultivating Character Through Culture: Empowering the Young Generation Through Ethnopedagogy for Sustainability.”

Kegiatan ini dihadiri oleh 10 peserta KOMPAS IPS 2026 bersama dengan guru pendamping masing-masing. Kehadiran para peserta dan guru pendamping turut memeriahkan rangkaian acara sekaligus menjadi bagian dari pertemuan dalam kegiatan yang mengangkat nilai budaya, karakter, kreativitas, dan etnopedagogi.

Selain pelaksanaan Grand Final KOMPAS IPS 2026, acara juga dimeriahkan dengan Pekan Kreativitas Semarak yang menampilkan berbagai pentas kreativitas dari mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS. Mahasiswa dari masing-masing angkatan, mulai dari angkatan 2023, 2024, 2025, hingga 2026, turut menampilkan kreativitas mereka dalam berbagai pertunjukan.

Penampilan dari setiap angkatan menjadi salah satu bagian yang menarik dan seru dalam kegiatan tersebut. Para mahasiswa menunjukkan kemampuan dan kreativitas melalui pentas yang telah dipersiapkan untuk memeriahkan acara. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, bekerja sama, serta menunjukkan potensi yang dimiliki melalui seni dan kreativitas.

Tema “Cultivating Character Through Culture” yang diangkat dalam kegiatan ini menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda melalui budaya. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal menjadi bagian penting dalam membentuk generasi

yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kepedulian terhadap keberlanjutan.

Melalui kegiatan Pekan Kreativitas Semarak dan Grand Final KOMPAS IPS 2026, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga terlibat aktif dalam menciptakan suasana kegiatan yang penuh kreativitas. Pentas dari berbagai angkatan menunjukkan bahwa kegiatan akademik dapat dipadukan dengan kreativitas dan budaya sehingga menjadi pengalaman yang bermakna bagi mahasiswa.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat karakter, serta mengenal dan menghargai budaya sebagai bagian dari proses pendidikan. Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan yang menempatkan etnopedagogi sebagai salah satu pendekatan dalam memberdayakan generasi muda untuk menghadapi masa depan yang berkelanjutan.(Yudha)