​BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru menggelar evaluasi langsung bersama kelompok rentan untuk memastikan pelayanan publik dapat diakses secara mandiri dan tanpa hambatan. Langkah tersebut diwujudkan melalui agenda Open House Layanan Publik Inklusif Ramah Kelompok Rentan bertema “Merangkul Perbedaan, Menghadirkan Kemudahan” di Kantor BBPOM Banjarbaru, Selasa (22/9/2026).

​Kegiatan ini melibatkan perwakilan lintas sektor, Himpunan Wanita Disabilitas, hingga penyandang disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Para peserta diajak meninjau langsung sarana pelayanan dan fasilitas sanitasi guna memberikan masukan objektif terhadap standar pelayanan BBPOM Banjarbaru.

​Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, menyatakan pandangan langsung dari penerima manfaat sangat krusial untuk membenahi fasilitas yang ada. Menurutnya, kesiapan sarana dari sudut pandang penyelenggara belum tentu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

​“Ketika kami menyediakan sarana dan prasarana, itu dari kacamata kami. Ketika disampaikan kepada penerima manfaat, mereka memberikan masukan yang sangat bermanfaat. Ini akan kami aplikasikan dan lakukan perbaikan sesuai kemampuan kami,” ujar Ary.

​Ary menekankan bahwa layanan inklusif tidak hanya ditujukan bagi penyandang disabilitas, melainkan juga kelompok rentan lain seperti lanjut usia, ibu hamil, dan ibu menyusui. Meski petugas pendamping tetap disiapkan, BBPOM Banjarbaru berkomitmen memperkuat kemandirian akses bagi seluruh pengguna layanan.

​BBPOM di Banjarbaru sendiri mengelola 12 standar pelayanan, termasuk edukasi serta sertifikasi izin edar sediaan farmasi dan makanan. Sebagai UPT Badan POM, wilayah kerja instansi ini mencakup tujuh kabupaten/kota, yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, Tapin, dan Hulu Sungai Selatan(mckalsel/lnk).