(Foto: Biro Adpim)
BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Deru mesin klasik berpadu dengan napas sejarah di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (7/11/2026). Di bawah sorot lampu gedung peninggalan sejarah tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman melantik jajaran pengurus Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Kalsel periode 2026–2029.
Kehadiran komunitas pencinta otomotif antik ini bukan sekadar ajang kumpul pencinta kendaraan retro. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara terbuka menantang para pengurus baru untuk menjadikan hobi merawat besi tua sebagai motor penggerak sektor pariwisata dan pengungkit ekonomi daerah.
Prosesi pengukuhan kepengurusan hasil Musyawarah Daerah (Musda) I ini dipimpin langsung oleh Ketua I Pengurus Pusat PPMKI Ruby Alamsyah, mewakili Ketua Umum PPMKI Pusat Jos Dharmawan. Samuel L Tobing resmi memegang kendali sebagai Ketua Umum PPMKI Kalsel yang baru.
Menanggapi terbentuknya kepengurusan resmi ini, Wagub Hasnuryadi menegaskan komitmen Pemprov Kalsel untuk terus bergandengan tangan dengan komunitas dalam setiap program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Apapun yang dilakukan jika bersatu dalam kebaikan, Insya Allah akan bermanfaat,” ujar Hasnuryadi di hadapan para anggota dan tamu undangan.
Ia juga menitipkan pesan khusus agar agenda rutin komunitas seperti touring (jelajah darat) tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Lebih jauh, Hasnuryadi memproyeksikan mobil-mobil klasik yang melintas di jalanan Banua dapat menjadi daya tarik visual yang memperkuat promosi wisata lokal.
Senada dengan pemerintah daerah, Ruby Alamsyah mengingatkan, kendaraan klasik yang dirawat dengan penuh dedikasi oleh para anggota bukan sekadar barang hobi, melainkan artefak bergerak yang merekam jejak sejarah Indonesia.
“Mobil yang dirawat adalah saksi perjalanan sejarah bangsa ini,” ucap Ruby.
Pihak pusat juga mendorong kepengurusan PPMKI Kalsel untuk memperluas jejaring organisasi hingga tingkat kabupaten/kota melalui pembentukan koordinasi wilayah (korwil), sekaligus aktif berkontribusi nyata pada perputaran roda ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Umum PPMKI Kalsel terpilih, Samuel L Tobing, langsung memasang target kerja usai pelantikan. Ia mengajak seluruh jajarannya untuk merapatkan barisan demi membesarkan organisasi bersemboyankan “Bersahabat, Bersaudara, dan Guyub” ini.
“Pihak kami akan melakukan inventarisir mobil-mobil kuno dan benda-benda lainnya yang menyimpan nilai-nilai sejarah untuk dilestarikan,” tutur Samuel.
Rangkaian acara pengukuhan ini turut diwarnai aksi sosial. Wagub Hasnuryadi menyerahkan paket bantuan melalui PPMKI Kalsel, yang kemudian disalurkan langsung kepada anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Banua Berkah Mandiri.
Sebagai catatan, PPMKI merupakan wadah nasional pencinta mobil antik yang berdiri sejak 1979 dengan misi melestarikan kendaraan bersejarah di Indonesia. Di Kalimantan Selatan sendiri, denyut kecintaan pada mobil kuno sebenarnya telah dirintis para senior seperti Alfian dan Syafruddin sejak era 1980-an.
Impian panjang para sesepuh otomotif tersebut akhirnya bermuara pada pembentukan kepengurusan resmi Pengprov PPMKI yang dideklarasikan pada 7 November 2023, dan kini memasuki babak baru kepengurusan periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Samuel L Tobing.


