
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat akselerasi pembangunan sanitasi di daerah melalui pelaksanaan Coaching Clinic 3 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026 di Banjarbaru, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel ini difokuskan untuk mendorong rencana sanitasi di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut agar terealisasi secara konkret dalam perencanaan serta penganggaran daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah untuk tidak sekadar menjadikan dokumen SSK sebagai arsip perencanaan.
“Keberadaan dokumen SSK tentunya tidak cukup hanya sampai pada tahap penyusunan dokumen, tetapi perlu ditindaklanjuti melalui implementasi yang nyata dan terintegrasi dengan proses perencanaan serta penganggaran pembangunan daerah,” ujar Syarifuddin saat membuka acara didampingi Kasi Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum Dinas PUPR Kalsel, Angga Rinaldi Rizal.
Syarifuddin berharap forum yang mengusung tema “Penguatan Kebijakan dan Perencanaan Layanan Sanitasi Berkelanjutan melalui Model Layanan dan Rencana Aksi Multiaspek” ini dimanfaatkan Pokja PKP Banjarmasin dan Tanah Laut untuk menyempurnakan strategi sanitasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Langkah ini selaras dengan upaya pencapaian target pembangunan sanitasi nasional dalam RPJMN 2025–2029.
Agenda coaching clinic tersebut diikuti oleh perwakilan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut, jajaran SKPD lingkup Pemprov Kalsel seperti Bappeda, Disperkim, DLH, PMD, dan Dinas Kesehatan, serta dihadiri Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalsel bersama fasilitator PPSP Kalsel dan tim pendamping pusat(mckalsel/lnk).

