
BANJARMASIN – LENTERAKALIMANTAN.NET-

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, S.I.K., S.H., M.H. melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Lapas Kelas II A Banjarmasin, Rabu (30/09/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kalapas Kelas II A Banjarmasin Akhmad Herriansyah beserta staf sebagai wujud sinergitas antar Aparat Penegak Hukum (APH).
Disamping itu kunjungan bertujuan untuk mempererat koordinasi dan kerja sama dalam bidang pembinaan warga binaan dan pengamanan.
Dalam kesempatan itu, Kapolresta berkesempatan melihat langsung berbagai aktivitas positif warga binaan, seperti pembuatan kain sasirangan, kerajinan tangan, serta program ketahanan pangan berupa budidaya hidroponik, ternak ayam dan budidaya ikan.
Kapolresta mengapresiasi program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas, karena dinilai memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.
Diharapkan melalui kunjungan ini, sinergitas antara Polresta Banjarmasin dan Lapas Kelas II A Banjarmasin semakin solid, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung pembinaan warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih produktif dan siap kembali ke lingkungan sosial.
Kiprah Sasirangan dan Hidroponik Buatan Warga Binaan Lapas Banjarmasin yang Pikat Kapolresta
BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Polresta Banjarmasin dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin sepakat memperketat pengamanan wilayah sekaligus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin ke Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (30/9/2026).
Kedatangan jajaran kepolisian tersebut diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, beserta jajaran. Kunjungan ini dirancang untuk mempererat sinergi antar-Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya dalam koordinasi sistem pengamanan dan efektivitas pembinaan para penghuni lapas.
Di sela peninjauan area lapas, Riza menyaksikan langsung berbagai kegiatan keterampilan warga binaan. Mulai dari pembuatan kain khas Sasirangan, kerajinan tangan, hingga program ketahanan pangan mandiri yang mencakup budidaya tanaman hidroponik, peternakan ayam, dan budidaya ikan.
Riza memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan pembinaan kemandirian yang diterapkan pihak lapas. Menurutnya, keterampilan praktis ini menjadi bekal krusial bagi warga binaan agar siap kembali dan diterima secara positif oleh masyarakat.
“Program pembinaan kemandirian ini memberikan bekal keterampilan yang sangat bermanfaat bagi warga binaan ketika nanti kembali ke tengah masyarakat,” ujar Riza.
Melalui sinergi ini, kedua instansi berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada penegakan hukum dan pengawasan keamanan semata. Lebih dari itu, kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pembinaan karakter dan keahlian, sehingga para warga binaan dapat bertransformasi menjadi pribadi yang produktif dan mandiri saat menyelesaikan masa hukumannya. (Sugi)
