TUMBANG LAHUNG, LENTERAKALIMANTAN.NET —

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di RT 10 Kelurahan Tumbang Lahung, Kecamatan Permata Intan, Kabupaten Murung Raya. Peristiwa yang terjadi dalam hitungan menit tersebut membumihanguskan empat unit bangunan, termasuk tempat ibadah dan sarana ekonomi warga, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Empat bangunan yang ludes dilalap si jago merah tersebut meliputi satu unit mushola kelurahan, satu gedung sarang burung walet milik Hasan, satu unit lanting (rumah apung) milik Mama Idris, serta satu unit rumah tinggal milik Ibu Wati. Rumah milik Ibu Wati diduga kuat menjadi titik awal kemunculan api.

Saksi mata di lokasi kejadian, Raisa Rania, mengonfirmasi bahwa kobaran api pertama kali terlihat membesar dari area rumah Ibu Wati. Konstruksi bangunan yang didominasi material kayu serta hembusan angin kencang membuat api menjalar dengan sangat cepat ke bangunan di sekitarnya.

“Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah ke atas. Api berhasil dipadamkan berkat gotong royong warga,” ujar Raisa saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, sesaat setelah api berhasil dipadamkan, Senin (12/10/26)

Di tengah keterbatasan armada pemadam kebakaran di lokasi kejadian, warga RT 10 bergerak cepat melakukan aksi tanggap darurat. Dengan peralatan seadanya, masyarakat setempat bahu-membahu membentuk barisan estafet air untuk melokalisasi kobaran api agar tidak meluas ke area permukiman yang lebih padat.

Aksi gotong royong tersebut berhasil menahan laju api sebelum menghanguskan lebih banyak bangunan, sekaligus menyelamatkan sejumlah barang berharga milik warga sekitar.

Pasca-insiden tersebut, para korban kini membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah daerah. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya—khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, serta Pemerintah Kecamatan Permata Intan—untuk segera turun tangan mendistribusikan bantuan darurat.

Bantuan yang mendesak dibutuhkan meliputi pasokan logistik, penyediaan hunian sementara, hingga layanan pendampingan psikologis (trauma healing) bagi para korban terdampak.

Hingga saat ini, aparat penegak hukum dan pihak berwenang masih melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pendataan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti memicu timbulnya api.
(muslim)