​KALSEL LENTERAKALIMANTAN.NET

Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar IPeKB Reconnect Fest di Aula Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). Ajang ini menjadi momentum strategis untuk mengukuhkan soliditas organisasi sekaligus mengeskalasi kapasitas Penyuluh KB dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kalsel.

​Kegiatan yang melibatkan ratusan peserta dari 13 kabupaten/kota ini dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD IPeKB Kalimantan Selatan Periode 2026–2030, serta penyaluran bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada 100 keluarga berisiko stunting. Bantuan tersebut bersumber dari donasi swadaya ASN Perwakilan BKKBN Kalsel.

​Hadir mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin menyampaikan apresiasi atas dedikasi para penyuluh sebagai garda terdepan pendampingan masyarakat hingga ke tingkat desa.

​“Keberadaan penyuluh KB sangat krusial karena berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar keluarga. Penguatan organisasi IPeKB harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendampingan, validitas data lapangan, serta kecermatan penyampaian edukasi publik,” ujar Rusma, Kamis (22/10/2026).

​Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Lisna Prihantini, menegaskan IPeKB Reconnect Fest menjadi ajang konsolidasi penting usai beberapa tahun vakum. Lisna menginstruksikan para penyuluh untuk mempertajam eksekusi program prioritas pembangunan keluarga (Bangga Kencana).

​Beberapa program unggulan yang diakselerasi mencakup Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), dan program SIDAYA untuk pemberdayaan lansia. Lisna mendorong penguatan sinergi lintas sektor guna menekan angka stunting serta mengintervensi maraknya isu pernikahan usia dini di Kalimantan Selatan secara berkesinambungan.

(mckalsel/lnk).