Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, S.E.,

PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET–

Masa depan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Murung Raya tidak ditentukan di ruang-ruang rapat birokrasi, melainkan bermula dari lantai kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di ruang-ruang belajar yang sederhana inilah fondasi karakter, kesehatan psikologis, dan daya saing generasi mendatang mulai ditempa.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, S.E., dalam keterangannya di Puruk Cahu pada Selasa (3/11/2026). Politisi Partai NasDem ini menyatakan komitmen penuh terhadap penguatan kualitas PAUD sebagai langkah strategis daerah dalam mendukung visi besar Indonesia Layak Anak.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya mewujudkan PAUD yang berkualitas dan edukatif, serta mendorong terwujudnya Indonesia Layak Anak yang lebih berfokus pada perkembangan psikologis anak,” ujar Tuti.

Bagi legislatif, kehadiran PAUD tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau sekadar formalitas administratif dunia pendidikan dasar. Tuti menekankan fase usia dini adalah jendela emas perkembangan kognitif dan emosional anak. Apabila anak mendapatkan stimulasi yang tepat, rasa aman, serta suasana belajar yang menggembirakan sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, serta memiliki integritas moral yang kokoh.

Kendati demikian, cita-cita besar tersebut menuntut kehadiran negara secara nyata. Tuti mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya agar tidak setengah-setengah dalam memberikan dukungan fiskal maupun kebijakan afirmatif bagi sektor PAUD.

“Pengembangan PAUD ini harus diwujudkan lewat beragam kegiatan positif, dan yang paling utama membutuhkan dukungan nyata dari semua pihak, utamanya Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya,” tegasnya.

Dukungan konkret yang mendesak direalisasikan meliputi peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru PAUD, pemerataan infrastruktur sarana belajar yang aman hingga ke wilayah pedalaman, serta aksesibilitas layanan pendidikan usia dini yang inklusif.

Sebagai wujud nyata transformasi mutu pendidikan, DPRD mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Inovasi Alat Peraga Edukatif (APE) bagi para pendidik PAUD. Ajang kreativitas ini dinilai krusial untuk mengubah paradigma belajar konvensional menjadi metode yang aplikatif dan menyenangkan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, menjelaskan Lomba Inovasi APE dirancang untuk memperkuat konsep pembelajaran bermakna (meaningful learning) melalui prinsip dasar bermain sambil belajar. Melalui kompetisi ini, para guru ditantang merancang media edukasi yang tidak hanya kreatif dan aman, tetapi juga selaras dengan fase tumbuh kembang anak.

Tuti berharap momentum kompetisi ini mampu memantik reformasi mutu pendidikan secara menyeluruh di Murung Raya. Sinergi lintas sektoral yang melibatkan Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta masyarakat luas menjadi syarat mutlak agar investasi peradaban ini membuahkan hasil optimal.

Sebab, anak-anak yang hari ini belajar mengenal dunia melalui keceriaan dan permainan, esok hari akan memegang kendali kepemimpinan Murung Raya dengan nalar yang cerdas dan karakter yang tangguh.

(Muslim)