(foto: Istimewa)

BARITO KUALA — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Sebuah helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berjenis Airbus H225 (Eurocopter EC225LP Super Puma II+) dengan nomor registrasi VH-HGM mengalami kecelakaan di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026) 12.21 siang. Burung besi tersebut jatuh saat tengah berjibaku menjalankan misi water bombing atau pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari udara.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan insiden yang terjadi sekitar pukul 12.21 WITA tersebut. Berdasarkan informasi di lapangan, helikopter nahas ini mengawaki tiga orang kru di dalam kabin.

“Insiden bermula ketika helikopter melakukan manuver pengambilan air (water scooping) di alur Sungai Barito, tepatnya di sekitar kawasan Desa Tabatan dan Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Barito Kuala. Sesaat setelah mengambil air, helikopter diduga kehilangan kendali atau oleng sebelum akhirnya menghantam perairan,” ujarnya, Minggu (08/11/26).

Pantauan dari lokasi kejadian menyebutkan, sebagian badan pesawat tampak tenggelam dengan posisi miring, sementara bagian ekor dan baling-baling belakang masih mencuat di permukaan air. Titik kejatuhan pesawat dilaporkan berada di wilayah perbatasan antara Kecamatan Paminggir dan Kecamatan Kuripan.

Begitu insiden tertangkap mata oleh warga dan awak darat, reaksi cepat langsung digerakkan. Sebagian relawan asal Paminggir bersama masyarakat setempat bergerak cepat menyisir jalur sungai menuju titik jatuhnya helikopter untuk memberikan pertolongan pertama kepada para kru.

Pihak berwenang memastikan armada udara yang mengalami insiden ini merupakan helikopter yang berada di bawah kendali wilayah kerja operasional Kalimantan Selatan, terpisah dari pos kekuatan udara yang bertugas di wilayah Kalimantan Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan bersama warga masih berjibaku di lapangan untuk memfokuskan proses evakuasi terhadap kru pesawat serta mengamankan bangkai helikopter di perairan Sungai Barito.