foto: Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E.

PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET

Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E., menegaskan urgensi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi penguatan karakter kebangsaan dan menjaga kerukunan di tengah dinamika sosial saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan H. Barlin di Gedung DPRD Murung Raya, Puruk Cahu, sebagai respons atas tantangan disrupsi informasi serta potensi gesekan sosial di ruang publik. Politikus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memandang bahwa nilai-nilai dasar bernegara tidak boleh sekadar berhenti pada tataran seremonial.

Menurut H. Barlin, Pancasila harus diposisikan sebagai pedoman hidup nyata—mulai dari lingkungan kerja, bermasyarakat, hingga perumusan kebijakan pembangunan daerah.

“Pancasila harus dihayati, diamalkan, dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dihafal, tetapi dipraktikkan. Bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dengan sikap dan perbuatan,” ujar H. Barlin di Puruk Cahu, Minggu (08/11/26)

Melalui program Bimtek P4 yang didorongnya, cakupan peserta dirancang seluas mungkin. Tidak hanya menyasar aparatur pemerintahan, tetapi juga merambah ke tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga warga di wilayah pelosok desa.

“Semua harus paham Pancasila. Karena jika masyarakat paham Pancasila, maka masyarakat akan rukun. Jika masyarakat mengamalkan Pancasila, maka tidak akan ada perpecahan, tidak ada sekat, dan tidak ada kotak-kotak,” tegasnya.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan potensi polarisasi akibat perbedaan pendapat di media sosial, H. Barlin menyebut P4 sebagai instrumen pertahanan kultural. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kelima sila diyakini mampu menjaga kewarasan publik agar tetap tenang, bijak, dan mengedepankan persaudaraan.

Sebagai representasi dari Fraksi PKS di parlemen daerah, ia berkomitmen agar arah pembangunan di Bumi Tana Malai Tolung Lingu tidak sekadar berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan seimbang dengan pembangunan manusia (human capital).

“Kami di Fraksi PKS ingin memastikan, pembangunan di Murung Raya tidak hanya membangun jalan dan gedung, tetapi juga membangun manusia. Membangun akhlak, membangun karakter, membangun persaudaraan. Dan itu dimulai dari Pancasila,” tuturnya.

Di bawah semboyan dan kearifan lokal setempat, pengamalan Pancasila dinilai telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Murung Raya yang majemuk. Perbedaan suku, agama, dan latar belakang terbukti mampu dirajut dalam harmoni kerukunan, saling menghormati, serta semangat gotong royong.

H. Barlin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Bimtek P4 ini sebagai titik balik untuk memperkuat jati diri bangsa.

“Mari kita hayati Pancasila, mari kita amalkan Pancasila. Jika kita bersatu dalam Pancasila, maka Murung Raya akan semakin hebat, semakin rukun, semakin maju. Kita semua adalah saudara,” pungkasnya.

(muslim)