
BANJARBARU- LENTEREKALIMANTAN.NET
UPTD Laboratorium Lingkungan Kalimantan Selatan menerapkan sistem kerja fleksibel melalui kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) guna menjaga kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja. Kebijakan ini mulai dijalankan di Banjarbaru, Selasa (28/4/2026).
Kepala UPTD Lab Ling, Masliyana, menjelaskan bahwa penyesuaian pola kerja dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik tugas di lingkungan laboratorium.
Untuk layanan teknis seperti pengujian sampel dan operasional alat, pegawai tetap bekerja di kantor dengan skema WFO sekitar 50 persen guna menjamin akurasi hasil uji dan standar operasional tetap terjaga.
“Kami menyesuaikan pola kerja agar pelayanan tetap berjalan maksimal. Pekerjaan teknis tetap dilakukan secara WFO, sedangkan administrasi bisa fleksibel melalui WFH,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan non-teknis seperti administrasi, pelaporan, dan koordinasi dilaksanakan secara jarak jauh. Skema ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Masliyana menegaskan, kombinasi sistem kerja tersebut dirancang untuk menjaga produktivitas pegawai tetap terukur sekaligus meningkatkan efektivitas organisasi.
“Yang terpenting adalah pelayanan tetap optimal. Profesionalisme dan akuntabilitas menjadi prioritas, meski pola kerja menyesuaikan,” tambahnya.
Melalui kebijakan ini, UPTD Lab Ling Kalsel memastikan layanan pengujian lingkungan tetap berjalan prima, sekaligus menunjukkan adaptasi organisasi terhadap dinamika kebutuhan pelayanan publik(mckalsel/lnk).














