TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET Semburat hijau tanaman jagung pakan berumur 53 hari mulai meninggi di atas lahan seluas dua hektare di Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong. Hamparan hijau dengan pola tanam monokultur ini menjadi tumpuan harapan Kelompok Tani (Poktan) Lumbung Rejeki untuk menyokong program ketahanan pangan nasional pada Kuartal II Tahun 2026.
Guna memastikan peta jalan kemandirian pangan ini berjalan mulus, jajaran Polsek Muara Uya turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan pengecekan berkala pada Senin pagi, 15 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk mengawal fase krusial menjelang panen raya yang diproyeksikan jatuh pada Agustus 2026 mendatang.
Atas instruksi Kapolsek Muara Uya Ipda Rahmadi Ansyar, S.H., dua personel kepolisian—Aiptu Teguh R dan Brigadir Hendri—diterjunkan ke lokasi. Mereka memeriksa langsung kondisi fisik tanaman jagung pakan yang dikelola secara mandiri oleh para petani lokal tersebut.
Program penanaman jagung pakan ini bukan proyek instan, melainkan buah kolaborasi strategis antara Poktan Lumbung Rejeki dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tabalong. Kendati pengolahan lahan telah modern menggunakan traktor, para petani rupanya masih harus berjibaku dengan keterbatasan infrastruktur pertanian.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman terpantau tumbuh dengan baik. Namun, para petani menghadapi dua rapor merah yang mengancam produktivitas:
-
Ketergantungan Air: Sumber pengairan masih mengandalkan sistem tadah hujan, membuat pasokan air sangat fluktuatif dan bergantung pada cuaca.
-
Ancaman Hama: Perlunya pengawasan ekstra dan pengendalian berkala terhadap serangan hama yang berpotensi menurunkan kualitas hasil panen.
Menanggapi temuan di lapangan, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa Korps Bhayangkara berkomitmen penuh mengawal stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat dari hulu hingga hilir.
“Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan seperti ini, Polri hadir untuk memberikan dukungan kepada para petani agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan kelompok tani sangat penting guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian serta mewujudkan kemandirian pangan di daerah,” ujar IPTU Heri Siswoyo.
Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat mengemban misi ganda. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polri juga memosisikan diri sebagai penyokong sektor pertanian yang menjadi pilar utama perekonomian daerah. Melalui identifikasi dini terhadap kendala tadah hujan dan hama ini, diharapkan pihak-pihak terkait dapat segera merumuskan solusi bersama agar hasil panen Agustus nanti tetap mencapai target maksimal.











