BANJARBARU, LenteraKalimantan.net — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu, 22 Juli 2026. Dalam penutupan tersebut, Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan agar dokumen aksi perubahan karya para peserta tidak berakhir menjadi tumpukan kertas administratif di laci kantor, melainkan berdampak nyata pada pelayanan publik dan mendukung kesiapan penerapan sistem manajemen talenta (talent pool).

Mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, Sekda Muhammad Syarifuddin mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) lulusan PKA bahwa kelulusan ini merupakan awal dari tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar di instansi masing-masing.

“Pelatihan ini adalah awal dari tanggung jawab saudara-saudara yang lebih besar, khususnya untuk mengimplementasikan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh,” kata Syarifuddin.

Ia menyoroti pentingnya aktualisasi rancangan aksi perubahan secara langsung di lapangan agar budaya kerja pemerintahan menjadi lebih adaptif, inovatif, dan efektif.

“Saya berharap rencana aksi perubahan yang telah disusun dapat diaktualisasikan secara nyata, jangan hanya disimpan di dalam laci. Ketika kembali ke satuan kerja masing-masing, saudara harus menjadi model, menjadi contoh dalam mengimplementasikan perubahan,” tegasnya.

Selain penguatan peran sebagai agen perubahan (agent of change), Syarifuddin membeberkan arah kebijakan Pemprov Kalsel yang tengah bersiap menerapkan sistem manajemen talenta ASN bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sertifikat kompetensi PKA, lanjutnya, akan menjadi instrumen penting dalam skema penilaian berbasis talent pool untuk pengisian jabatan struktural mendatang.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyampaikan kesiapan kepada BKN untuk menerapkan manajemen talenta. Insya Allah tahun ini mulai diterapkan sehingga pengisian jabatan ke depan akan lebih mengedepankan kompetensi dan rekam jejak,” jelas Syarifuddin.

Ia menambahkan, evaluasi manajemen talenta dilakukan secara komprehensif. Aspek yang dinilai tidak hanya berhenti pada hasil pelatihan formal, tetapi mencakup rekam jejak, perilaku kerja, hingga kemampuan berkolaborasi.

“Semua akan dilihat secara menyeluruh, mulai dari kinerja di kantor, kemampuan bekerja sama dengan rekan kerja, hingga berbagai kompetensi yang dimiliki. Karena itu, teruslah meningkatkan kapasitas diri,” imbaunya, sembari menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPSDMD, widyaiswara, dan para mentor.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Kalsel, Mahdiansyah, melaporkan seluruh peserta telah menyelesaikan tahapan pemantauan, evaluasi, serta presentasi seminar laporan aksi perubahan pada 21 Juli 2026.

Implementasi aksi perubahan tersebut dirancang dengan melibatkan pemangku kepentingan eksternal, atasan langsung, kolega, hingga bawahan untuk mengukur kapasitas manajerial peserta.

“Seluruh peserta telah menyusun laporan implementasi aksi perubahan dan mempresentasikannya dalam seminar. Aksi perubahan tersebut merupakan aktualisasi kompetensi manajerial peserta sebagai pemimpin perubahan,” terang Mahdiansyah.

Dari total evaluasi objektif yang dilakukan para fasilitator dan mentor:

  • 15 Peserta: Meraih predikat Sangat Memuaskan.

  • 25 Peserta: Meraih predikat Memuaskan.

“Jumlah peserta dengan predikat sangat memuaskan pada angkatan ini cukup banyak. Tentunya aksi perubahan yang dihasilkan layak untuk diikutsertakan dalam Jambore Aksi Perubahan di tingkat nasional,” ungkap Mahdiansyah.

Adapun lima peserta terbaik PKA Angkatan I Tahun 2026 diraih oleh:

  1. Robi Cahyadi

  2. Muhammad Fahrurazi

  3. Hatmiati

  4. Nanang Asari

  5. Fahru Rijal

Melalui program ini, Pemprov Kalsel menargetkan terciptanya jajaran pimpinan administrator yang berintegritas dan siap menjadi motor penggerak perbaikan tata kelola pemerintahan serta kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan.

(mckalsel/lnk)

Bagikan: