
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta mengantisipasi dampak musim kemarau panjang. Keterlibatan dunia usaha dinilai krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman kabut asap dan debu.
Pesan tersebut mengemuka dalam diskusi strategis antara Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Murung Raya Sarwo Mintardjo dan Asisten II Setda Murung Raya Andri Raya di Gedung DPRD Murung Raya, Selasa, 1 September 2026. Pertemuan informal ini berlangsung usai Rapat Paripurna Ke-10 Masa Sidang II Tahun 2026.
“Kondisi kemarau ini perlu kita cermati bersama. Jika tidak diantisipasi dari awal, risiko kebakaran hutan dan kabut asap akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan para lansia,” kata Sarwo Mintardjo.
Sarwo menegaskan, penanganan kemarau dan risiko bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk unsur Forkopimda, DPRD, dan pelaku usaha.
Menanggapi hal tersebut, Asisten II Setda Murung Raya Andri Raya menyatakan pemerintah daerah telah merancang sejumlah langkah preventif. Upaya tersebut mencakup penguatan sosialisasi hingga tingkat desa, pengintensifan patroli di kawasan rawan karhutla, serta peningkatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dasar dan puskesmas.
“Perlu ada langkah cepat dan terkoordinasi. Sosialisasi ke tingkat desa kita perkuat, distribusi masker kita siapkan, dan patroli daerah rawan Karhutla kita intensifkan,” ujar Andri.
Selain kesiapan infrastruktur kesehatan dan pembagian masker, pemkab mendorong percepatan peran aktif swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Bina Desa. Perusahaan diharapkan terlibat langsung dalam mitigasi Karhutla di sekitar area operasional mereka serta penyediaan bantuan air bersih bagi warga terdampak.
“Melalui program CSR dan Bina Desa, perusahaan memiliki ruang besar untuk berkontribusi. Mulai dari penyediaan air bersih, dukungan sarana kesehatan, edukasi kepada masyarakat, hingga terlibat langsung dalam upaya pencegahan kebakaran hutan di wilayah operasionalnya,” tutur Andri.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Murung Raya berkomitmen segera menerbitkan surat edaran resmi terkait kesiapsiagaan bencana kemarau serta mengaktifkan posko siaga bencana di titik-titik rawan.
(Muslim)

