BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan menerjunkan 53 personel serta mengerahkan armada pompa air untuk memperketat mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah terpadu ini difokuskan pada pembasahan kawasan rawan Karhutla dan hutan lindung di sekitar Jalan Makmur hingga Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Selasa (18/8/2026).

Langkah antisipatif ini ditempuh sebagai persiapan menghadapi ancaman puncak musim kemarau yang diproyeksikan terjadi pada September mendatang. Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, melalui Kasi Irigasi dan Air Baku Herry Ade Permana, mengungkapkan bahwa intervensi pembasahan lahan sejatinya telah dilancarkan secara konsisten sejak Mei lalu.

“Sejak Mei kami sudah melakukan pembasahan dengan membuka pintu Karhutla di BRK 9 Cinde Alus dengan debit air sekitar 0,47 meter kubik per detik. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kawasan Guntung Damar dan area sekitar Bandara Syamsudin Noor tetap basah dan memiliki suplai air yang cukup,” ujar Herry.

Untuk mendukung keberlanjutan pembasahan, Dinas PUPR Kalsel mengoperasikan satu unit pompa berukuran 8 inci, dua unit pompa 4 inci, serta pompa apung yang difungsikan nonstop selama 24 jam. Suplai air ditarik dari jaringan irigasi dan saluran pembuang, yang kemudian diteruskan secara estafet oleh tim Dinas Kehutanan Kalsel ke dalam kawasan hutan lindung.

Selain menyiagakan peralatan mesin, PUPR Kalsel juga mendirikan posko utama di ujung Jalan Makmur untuk mengawal efektivitas pembasahan area penyangga (buffer zone) penerbangan Bandara Syamsudin Noor.

“Fokus kami menyiapkan infrastruktur pengendalian air dan memelihara kecukupan debit airnya. Melalui pintu pengatur (tabet) yang telah dibangun pada saluran air, tim di lapangan bisa secara optimal menjaga kelembapan lahan agar tidak mengalami kekeringan ekstrem,” pungkas Herry(mckalsel/lnk).