PURUK CAHU, LenteraKalimantan.net — Dua legislator perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Murung Raya, Kabik Amas Jasikha dan Nisha Anggraeni, menyerukan pentingnya perluasan peran perempuan dari ranah domestik menuju ruang-ruang kebijakan strategis. Momentum Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional ke-21 pada Selasa, 5 Agustus 2026, dinilai harus menjadi batu pijakan transformasi gerakan perempuan di daerah.

Dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, Bangsa Maju”, peringatan tahun ini mempertegas posisi Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai fondasi pembangunan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kabik Amas Jasikha menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi daerah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu wilayah sangat ditentukan oleh ketahanan dalam unit keluarga.

“Dharma Wanita adalah arsitek peradaban. Dari rahim keluarga yang sehat, lahirlah SDM unggul. Dari meja makan yang sejahtera, lahirlah pekerja keras. Ketika Ibu-ibu Dharma Wanita berdaya, maka Murung Raya akan berlari lebih cepat menuju kemajuan,” ujar Kabik Amas di Puruk Cahu, Selasa.

Senada dengan Kabik, anggota Fraksi PDI-P DPRD Murung Raya lainnya, Nisha Anggraeni, menyoroti pergeseran peran DWP di era modern. Ia menilai organisasi istri aparatur sipil negara ini telah bertransformasi menjadi elemen krusial dalam pembangunan daerah.

“Hari ini Dharma Wanita bukan hanya jago urusan domestik. Mereka adalah penggerak ekonomi kreatif, pelopor kesehatan keluarga, agen literasi digital, dan benteng terakhir pelestarian budaya Dayak. Perempuan Murung Raya harus terus didorong naik kelas, dari ruang keluarga menuju ruang-ruang strategis pembangunan,” kata Nisha.

Di Kabupaten Murung Raya, rekam jejak DWP melingkupi berbagai aksi konkret. Mulai dari pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), edukasi pengasuhan anak (parenting), penguatan Posyandu aktif, hingga program pelestarian lingkungan. Program-program ini dinilai krusial dalam mendukung intervensi pemerintah daerah untuk menekan angka stunting dan mengentaskan kemiskinan.

Menanggapi kontribusi tersebut, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Murung Raya menyatakan kesiapannya untuk mengawal kebijakan daerah yang berpihak pada hak-hak perempuan, perlindungan anak, dan penguatan keluarga.

“Tugas kami di legislatif adalah memastikan setiap anggaran dan regulasi memiliki kacamata gender. Kami akan terus berkolaborasi dengan Dharma Wanita agar program-programnya tepat sasaran dan berdampak luas. Selamat HUT ke-21. Teruslah berkarya dan menginspirasi. Karena jika perempuan maju, maka Murung Raya dan Indonesia pasti maju,” tegas kedua Srikandi PDI-P tersebut menutup pernyataannya.

(Muslim)

Bagikan: