BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan mematangkan persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Sebanyak dua putra-putri terbaik Banua telah mengikuti pemusatan pendidikan tingkat nasional, sementara 44 calon anggota Paskibraka provinsi bersiap menjalani diklat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan dua wakil Kalimantan Selatan yang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan tingkat nasional adalah I Nyoman Harya Dhanurendra asal Kota Banjarmasin dan Siti Nur Adlina dari Kabupaten Banjar.

“Kalimantan Selatan tahun ini mengirimkan dua calon anggota Paskibraka tingkat nasional, yakni I Nyoman Harya Dhanurendra dari Kota Banjarmasin dan Siti Nur Adlina dari Kabupaten Banjar. Keduanya telah berangkat untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan yang berlangsung mulai 14 Juli hingga 22 Agustus 2026,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Sementara itu, sebanyak 44 calon anggota Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri atas 22 putra dan 22 putri dari 13 kabupaten/kota dijadwalkan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan mulai 29 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Menurut Ronny, pembukaan pemusatan diklat direncanakan berlangsung pada 29 Juli 2026 dan akan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan selaku Ketua Pelaksana Pembentukan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia menjelaskan, seluruh peserta akan menjalani pembinaan secara terintegrasi melalui tiga tahapan utama, yakni pembelajaran di kelas, pelatihan lapangan, dan pembentukan karakter di asrama.

“Pada tahap pertama, peserta akan memperoleh materi pembelajaran aktif di kelas yang meliputi wawasan kebangsaan, Pancasila, kewarganegaraan, kewaspadaan dan ketahanan nasional, serta literasi digital yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten,” jelasnya.

Selain mendapatkan materi kebangsaan, para calon Paskibraka juga akan mengikuti pelatihan lapangan berupa latihan kepemimpinan, baris-berbaris, hingga simulasi pengibaran dan penurunan bendera yang dibimbing langsung oleh pelatih dari unsur TNI dan Polri.

Pembentukan karakter juga menjadi fokus utama selama peserta berada di asrama. Para peserta akan mendapatkan pendampingan dari pamong TNI dan Polri guna menanamkan nilai-nilai Pancasila, disiplin, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan Paskibraka. Selama berada di asrama, peserta akan diasuh oleh para pamong dari TNI dan Polri untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak hanya memiliki kemampuan teknis sebagai pengibar bendera, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan semangat kebangsaan yang kuat,” kata Ronny.

Bakesbangpol Kalsel berharap seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dapat berjalan lancar serta melahirkan anggota Paskibraka yang berintegritas, berkarakter, dan mampu menjalankan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat provinsi maupun nasional secara optimal(mckalsel/lnk).

Bagikan: