
BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET
Festival Kuliner Banua x QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 sukses mencatat transaksi penjualan UMKM sebesar Rp200 juta dan lebih dari 5.000 transaksi QRIS selama tiga hari pelaksanaan, 17–19 Juli 2026. Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi ajang penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor kuliner sekaligus percepatan digitalisasi transaksi masyarakat.
Mengusung tema “Rasa Banua, Kebanggaan Kita Semua”, festival yang berlangsung di Halaman Parkir Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan tersebut resmi ditutup pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan 15 pelaku UMKM kuliner unggulan hasil kurasi dari 131 kandidat se-Kalimantan Selatan bersama Indonesia Chef Association (ICA) Kalimantan Selatan.
Festival Kuliner Banua menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi Kalimantan Selatan menuju sektor non-ekstraktif, seperti perdagangan, UMKM, dan pariwisata. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada kekayaan kuliner khas Banua, tetapi juga diajak memanfaatkan layanan transaksi digital yang semakin mudah dan aman.
Selama pelaksanaan, festival dikunjungi hampir 2.000 orang. Selain mencatat transaksi penjualan UMKM yang mencapai Rp200 juta, kegiatan ini juga berhasil menghimpun wakaf digital lebih dari Rp27,4 juta yang akan disalurkan untuk program sosial berupa dapur produksi daging olahan pesantren, pengembangan kandang ayam pemberdayaan masyarakat, serta dana abadi pendidikan.
Rangkaian kegiatan festival meliputi bazar UMKM kuliner, Banua Culinary Competition, Banua Brewing Battle, lomba tebak aroma rempah dan masakan Banjar, Wakaf Duren, Wakaf Cendol, community gathering bersama komunitas sepeda dan pelari, hingga edukasi QRIS, pelindungan konsumen, cek SLIK OJK, dan program Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H.W., mengatakan festival tersebut bertujuan memperluas eksposur kuliner khas daerah sekaligus membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
“Festival Kuliner Banua kami hadirkan agar semakin banyak masyarakat mengenal, mencicipi, dan mencintai kuliner khas Banua, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk naik kelas dan memperluas pasarnya,” ujarnya.
Menurut Aloysius, capaian selama tiga hari pelaksanaan menunjukkan bahwa kolaborasi antara UMKM, komunitas, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata.
“Ketika UMKM, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah kegiatan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan mendekatkan masyarakat pada layanan keuangan digital yang aman dan andal,” katanya.
Selain dampak ekonomi langsung, festival ini juga memperkuat literasi keuangan masyarakat. Lebih dari 500 warga mengikuti edukasi keuangan digital dengan tingkat pemahaman mencapai lebih dari 94 persen, sementara puluhan masyarakat memanfaatkan layanan konsultasi pelindungan konsumen dan pengecekan SLIK bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Antusiasme masyarakat juga terlihat di ruang digital. Konten Festival Kuliner Banua yang dipublikasikan melalui media sosial Bank Indonesia Kalimantan Selatan menjangkau lebih dari 140 ribu impresi dan 79 ribu akun, dengan ribuan interaksi berupa suka, komentar, bagikan, dan simpan. Gaung festival semakin meluas melalui unggahan masyarakat yang menghasilkan lebih dari 600 ribu tayangan dan 2.500 kali repost.
Festival ini turut menampilkan berbagai kuliner khas daerah dari sejumlah kabupaten, seperti Gembur Labu Juai asal Balangan dan Paiwakan Banua dari Hulu Sungai Tengah yang menghadirkan apam khas Barabai. Kehadiran produk-produk unggulan tersebut mempertegas potensi Kalimantan Selatan sebagai salah satu destinasi kuliner yang kaya dan beragam.
Keberhasilan Festival Kuliner Banua 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat daya saing UMKM kuliner, memperluas penggunaan transaksi digital, serta mendorong Kalimantan Selatan semakin dikenal sebagai destinasi wisata kuliner unggulan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah(mckalsel/lnk).










