Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Murung Raya, H. Barli, S.E.
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Tradisi luhur bertani secara gotong royong atau Handep Haduhup di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dinilai menjadi pemikat sekaligus perekat persatuan warga yang lintas batas status sosial. Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Murung Raya, H. Barli, S.E., menilai kearifan lokal ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan pondasi utama penjaga keharmonisan masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
“Saya sangat mengapresiasi tingginya semangat gotong royong masyarakat kita. Bertani bukan hanya soal mengolah lahan, tetapi tentang kebersamaan, tentang bagaimana kita saling menguatkan tanpa melihat perbedaan status dan golongan,” ujar Barli di Puruk Cahu, Sabtu (03/10)
Menurut Barli, di tengah arus modernisasi, pola kerja bersama dalam mengolah lahan pertanian ini membuktikan nilai kekeluargaan dan solidaritas sosial akar rumput masih berakar kuat. Praktik gotong royong tersebut menempatkan warga pada posisi sejajar untuk saling melengkapi kebutuhan pangan dan tenaga kerja.
Ia menegaskan pentingnya konsistensi dalam merawat tradisi Handep Haduhup agar tidak tergerus zaman. Menurutnya, keberlanjutan kearifan lokal ini berbanding lurus dengan ketahanan pangan daerah sekaligus penguatan benteng budaya masyarakat setempat.
“Jika tradisi baik ini terus kita jaga, maka Murung Raya tidak hanya akan kuat secara ekonomi, tetapi juga kuat secara budaya dan persaudaraan,” pungkasnya.


